Harga emas dunia berhasil memantul naik menjauhi level terendahnya dalam tujuh pekan terakhir pada sesi perdagangan hari Selasa, ditopang oleh aksi bargain hunting dan hasil data ekonomi AS yang mengecewakan. Data yang dirilis kemarin melaporkan bahwa indeks kepercayaan diri konsumen dan jumlah lowongan pekerjaan mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam sebulan terakhir. Hasil data tersebut sedikit meredam spekulasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kenaikan suku bunga pada rapat moneter berikutnya di akhir Oktober. Turunnya harga minyak dunia ke bawah $90 per barel di saat bersamaan juga membantu mengurangi kecemasan pelaku pasar terhadap potensi kenaikan laju inflasi global dan membuat aset non-bunga seperti logam mulia kembali diminati oleh investor.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4184 per troy ons dan menunjukkan bias bullish dengan bergerak di atas level pivot harian. Area 4200 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekatnya hari ini. Break ke atas resistance tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bullish dengan potensi kenaikan lebih tinggi mengincar area 4216 atau bahkan hingga area 4232. Di sisi sebaliknya, area 4168 akan menjadi level support terdekat sekaligus batas bawah untuk skenario bullish. Jika support tersebut ditembus, maka harga emas akan kembali ke zona bearish dengan potensi penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 4122 atau bahkan hingga area 4106.
Bagikan Berita Ini