• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan sebelumnya dan ditutup menguat tipis di level 4510.98, setelah sempat menyentuh high di 4580.70. Pergerakan ini mencerminkan masih kuatnya tarik ulur antara sentimen safe haven dan tekanan dari penguatan dolar AS. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di 4503.71 yang menjadi kunci arah pergerakan. Selama harga bertahan di atas pivot, peluang penguatan menuju resistance 4587 hingga 4664 masih terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah pivot, emas berpotensi melemah ke area support 4426 hingga 4342. Volatilitas harian yang mencapai rata-rata 203 poin menunjukkan peluang trading jangka pendek masih cukup menarik, namun tetap perlu waspada terhadap pergerakan cepat akibat sentimen global.

Blog Photo

Emas Bangkit! Safe Haven Kembali Diburu di Tengah Panasnya Geopolitik

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat lalu, sekaligus mencatat kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir. Penguatan ini terjadi setelah emas sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan, sebelum akhirnya bangkit didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah. Memasuki pekan ini, pasar masih akan mencermati perkembangan konflik antara Iran, AS, dan Israel, serta menantikan rilis data tenaga kerja AS, terutama Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat. Pada perdagangan pagi ini, harga emas dibuka di sekitar $4471 per troy ons dan bergerak stabil dengan kecenderungan netral. Level resistance terdekat berada di 4515, sementara support di 4445. Penembusan di atas 4515 berpotensi mendorong kenaikan ke 4550–4585, sedangkan jika turun di bawah 4445, emas berisiko melemah ke 4410 hingga 4375.

Blog Photo

Harga Emas Kembali Melonjak, Setelah Sempat Terkoreksi di Awal Pekan

Harga emas dunia kembali melonjak tajam pada Jumat (27/3/2026), didorong aksi beli investor saat harga terkoreksi di awal pekan. Emas spot tercatat naik 3,12% dan ditutup di level US$ 4.514,36 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah empat bulan di US$ 4.098,7 per ons. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah, khususnya Iran, yang mendorong permintaan aset safe haven. Selain itu, harga minyak yang tetap tinggi di atas US$ 110 per barel turut memicu kekhawatiran inflasi global. Meski ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat—yang biasanya menekan emas—prospek jangka menengah logam mulia ini masih positif. Commerzbank bahkan menaikkan proyeksi harga emas hingga US$ 5.000 per ons pada akhir tahun. Sementara itu, logam mulia lainnya juga ikut menguat, dengan harga perak naik 3,09% ke level US$ 70,02 per ons.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas membuka perdagangan di level **4.378,77** dan sempat melemah hingga menyentuh **low 4.375,44**, sebelum akhirnya berbalik menguat tajam. Sepanjang sesi, emas berhasil mencatatkan **high 4.555,22** dan menutup perdagangan di **4.514,36**, menunjukkan dominasi buyer yang cukup kuat. Untuk perdagangan hari ini, area **pivot berada di 4.481,67** yang menjadi penentu arah pergerakan lanjutan. Selama harga mampu bertahan di atas pivot, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di **R1 4.587,91** hingga **R2 4.661,45**. Namun jika harga kembali melemah dan turun di bawah pivot, tekanan jual dapat membawa emas menguji support di **S1 4.408,13** hingga **S2 4.301,89**. Dengan **daily average 223 poin**, volatilitas emas diperkirakan masih tinggi dan berpotensi bergerak agresif sepanjang sesi perdagangan.

Blog Photo

Indeks Dolar Menguat Tipis, saat Ketidakpastian Perundingan AS-Iran

Berikut short berita yang ringkas dan padat: Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis ke level 99,47 pada perdagangan Kamis, didukung oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik Iran, di tengah upaya negosiasi yang belum menunjukkan titik terang. AS dikabarkan telah mengajukan proposal perdamaian, namun Iran belum menunjukkan keinginan untuk berunding dan justru mengajukan rencana tandingan. Situasi ini turut mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi global. Di sisi lain, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat seiring kondisi ekonomi yang masih beragam. Investor kini menantikan data klaim pengangguran AS sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter.

Blog Photo

Gagal Tembus Resistance, Harga Emas Tertekan di Tengah Kuatnya Dollar AS

Harga emas dunia melemah sekitar 3% pada perdagangan Kamis akibat aksi jual setelah gagal menembus level resistance kunci. Penguatan indeks Dollar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi turut menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung. Pada sesi pagi ini, emas dibuka di kisaran $4378 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish setelah gagal bertahan di atas level 4400. Area 4350 menjadi support terdekat, dengan potensi penurunan lanjutan menuju 4320 hingga 4290 jika tekanan berlanjut. Namun, pergerakan rebound mulai terlihat dengan harga mencoba menguji resistance di 4410. Jika level ini berhasil ditembus, emas berpeluang menguat dalam jangka pendek menuju area 4440 hingga 4470.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia mengalami tekanan cukup signifikan pada perdagangan Kamis setelah ditutup melemah tajam dari level pembukaan di 4512.92 menjadi 4377.96. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya kekuatan Dollar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven. Secara teknikal, pergerakan emas saat ini berada di bawah area pivot 4424.35, mengindikasikan potensi tekanan lanjutan. Jika harga tidak mampu kembali ke atas pivot, maka peluang penurunan menuju support terdekat di 4304.56 hingga 4231.15 masih terbuka. Namun, apabila harga berhasil rebound dan menembus resistance 4497.76, maka emas berpotensi menguji area resistance berikutnya di 4617.55. Pergerakan hari ini diperkirakan akan tetap fluktuatif dengan kisaran rata-rata harian mencapai 228 poin, sehingga pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap volatilitas yang tinggi.

Blog Photo

Indeks Dolar Melemah di Tengah Perundingan Damai AS-Iran

Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke sekitar 98,97 seiring meningkatnya harapan adanya perundingan antara AS dan Iran untuk meredakan konflik di Timur Tengah. AS disebut mengajukan proposal perdamaian dan mendorong gencatan senjata, meskipun Iran masih membantah adanya kemajuan signifikan, sehingga pasar tetap bersikap hati-hati. Di sisi lain, pejabat The Fed mengingatkan adanya risiko dari gejolak energi terhadap ekonomi. Ketidakpastian terkait inflasi dan konflik membuat arah kebijakan suku bunga masih belum jelas, dengan kemungkinan suku bunga tetap dipertahankan lebih lama.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Pergerakan harga emas pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat tipis di level 4506.24 setelah sempat menyentuh level tertinggi di 4602.30 dan terendah di 4455.90. Volatilitas pasar terlihat cukup tinggi dengan range pergerakan mencapai ratusan poin dalam satu hari. Memasuki perdagangan hari ini, level pivot berada di 4521.48 yang menjadi acuan arah pergerakan harga. Area resistance terdekat berada di 4587.06, sementara support terdekat di 4440.66. Dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 224 poin, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap potensi pergerakan harga yang cukup agresif.

Blog Photo

Emas Menguat Dua Hari Beruntun, Pasar Waspadai Ketidakpastian Geopolitik

Harga emas dunia kembali menguat untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Rabu, didorong oleh meredanya permintaan minyak di tengah wacana gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel. Meski demikian, pasar masih cenderung berhati-hati karena Iran belum memberikan respons atas proposal perdamaian yang diajukan. Pada sesi pagi, emas dibuka di kisaran $4513 per troy ons dan masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus resistance MA 100-hari. Level support terdekat berada di 4480, sementara resistance di 4550 menjadi kunci untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?