Indeks Dolar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama dunia, bergerak melemah di kisaran 98,83 pada Senin pukul 13.25 WIB. Tekanan terhadap DXY muncul seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Desember.
Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat menguat ke sekitar US$ 60,21 per barel pada Senin pukul 13.15 WIB. Meski demikian, komoditas ini masih berada dekat level tertinggi dua minggu yang dicapai pada Jumat sebelumnya.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (5/12/2025), setelah sempat naik hingga 1% di awal sesi. Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung, meski pasar masih optimistis bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pekan depan. Menurut CNBC Internasional, sikap dovish bank sentral AS melemahkan dolar dan menjadi angin positif bagi emas. Sementara itu, harga perak justru meroket dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.
Harga emas dunia sempat menguat ke dekat level tertingginya dalam sepekan pada hari Jumat sebelum kemudian berbalik melemah dan menutup sesi perdagangan tidak jauh di bawah level pembukaan harian.
Harga emas menguat pada perdagangan Kamis (4/12/2025), meskipun kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) menahan sentimen positif yang muncul akibat melemahnya dolar. Menurut laporan Reuters, pelaku pasar kini menunggu data inflasi AS, yaitu Personal Consumption Expenditures (PCE), yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed menjelang pertemuan Desember.
Harga emas dunia tidak banyak berubah setelah menjalani sesi perdagangan yang fluktuatif sepanjang hari Kamis seiring tekanan dari menguatnya imbal hasil obligasi AS mengimbangi dorongan dari melemahnya indeks Dollar. Data yang kemarin dirilis melaporkan bahwa jumlah pengangguran di AS pekan lalu turun ke angka 191.000 yang merupakan angka terendahnya dalam tiga tahun terakhir.
Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak stabil pada awal perdagangan Kamis setelah melemah signifikan terhadap sejumlah mata uang utama pada Rabu. Dari Eropa, pelaku pasar menunggu rilis data Penjualan Ritel Oktober. Sementara itu, pada paruh kedua hari, perhatian akan tertuju pada laporan mingguan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal dari AS.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) di NYMEX tercatat naik 0,25% dan bergerak di kisaran 59,34 saat laporan ini disusun pada pukul 13.40 WIB, Kamis. Kenaikan harga Minyak ini terjadi setelah serangan Ukraina terhadap pipa Druzhba di wilayah Tambov, Rusia tengah jalur penting yang menyalurkan energi ke Hongaria dan Slovakia memicu kekhawatiran baru terkait pasokan.
Harga emas tetap kokoh di sekitar US$ 4.200 per ons pada perdagangan Rabu (3/12/2025), setelah data ketenagakerjaan swasta Amerika Serikat menunjukkan pelemahan — hal yang memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pekan depan.
Harga emas dunia bergerak stabil di atas level harga psikologis $4.200 per troy ons sepanjang sesi perdagangan hari Rabu ditopang oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Data yang kemarin dirilis melaporkan bahwa sektor swasta AS kehilangan sekitar 32.000 pekerja sepanjang bulan November.