Harga emas dunia melemah sebesar 1% lebih sepanjang sesi perdagangan hari Kamis seiring dirilisnya hasil data ekonomi yang mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum tahun ini berakhir. Data yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat melaporkan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto mengalami kenaikan yang signifikan sepanjang kuartal ketiga. Selain itu, indeks harga konsumsi personal juga mencatatkan kenaikan dan jumlah klaim pengangguran masih stabil di dekat level terendahnya sejak bulan Juli. Ketiga data tersebut dirilis sehari setelah Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,00%. Spekulasi bahwa Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga di bulan Desember berpotensi mengurangi permintaan untuk aset non-bunga seperti logam mulia.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4024 per troy ons dan menunjukkan bias bearish dengan bergerak di bawah level pivot harian. Area 4012 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekat. Break ke bawah area tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 4000 atau bahkan hingga area 3988. Skenario bearish ini bisa digagalkan jika harga emas bergerak menguat dan mampu mengatasi level resistance di area 4036. Pergerakan stabil di atas area 4036 akan menopang harga emas untuk melanjutkan tren bullish jangka pendek dengan potensi kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4048 atau bahkan hingga area 4060.
Bagikan Berita Ini