Harga emas dunia sempat turun ke level terendahnya dalam tujuh pekan terakhir pada hari Rabu sebelum kemudian berbalik menguat untuk menutup sesi perdagangan dengan kenaikan sebesar 1% lebih di atas level pembukaan harian. Logam mulia mendapat dorongan bullish pada sesi Amerika kemarin seiring tergelincirnya indeks Dollar AS setelah pelaku pasar mencerna isi notulen rapat FOMC. Notulen tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pejabat Fed kini mempertimbangkan untuk mulai merencanakan kenaikan suku bunga melihat situasi geopolitik yang mendorong kenaikan laju inflasi global. Prospek akan adanya suku bunga yang lebih tinggi biasanya akan menekan permintaan aset non-bunga seperti logam mulia. Meski demikian, melemahnya indeks Dollar dan imbal hasil obligasi AS kemarin memberi pelaku pasar kesempatan untuk melakukan bargain hunting di pasar emas.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4547 per troy ons dan kenaikannya kemarin tampak terbatasi oleh indikator Moving Average 100 pada timeframe 1 jam di area harga yang sama. Harga emas perlu bergerak stabil di atas indikator tersebut jika ingin mendapatkan dorongan bullish untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance di area 4589 atau bahkan hingga area 4615. Di sisi lain, tertahannya kenaikan harga emas oleh indikator tersebut bisa menjadi faktor yang menarik aksi profit takin jangka pendek dan mengoreksi harga emas turun menguji level pivot harian 4516. Break ke bawah area pivot akan mengembalikan tekanan bearish dan berpotensi membawa harga emas turun kembali ke level support kunci di area 4480.
Bagikan Berita Ini