• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Gold Analysis Report

Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya
Open: 2618.88 | High: 2626.64
Close: 2597.94 | Low: 2589.49

Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 2604.69
R1: 2619.89 | S1: 2582.74
R2: 2641.84 | S2: 2567.54
R3: 2657.04 | S3: 2545.59
Daily Average: 61 poin

Harga emas dunia melanjutkan tren penurunan dan mendekati level terendahnya dalam dua bulan terakhir pada sesi perdagangan hari Selasa. Hasil pemilu AS pekan lalu masih mendorong optimisme pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di periode kedua pemerintahan Presiden Trump. Indeks Dollar AS kemarin menguat ke level tertingginya dalam empat bulan sehingga memicu penjualan logam mulia yang menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju pada rilis data inflasi di level konsumen yang berpotensi memberi petunjuk tentang kebijakan Federal Reserve di bulan Desember. Angka inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi akan memperkuat opini bahwa Fed masih akan melanjutkan penurunan suku bunga pada rapat moneternya bulan depan, dan prospek suku bunga yang lebih rendah dapat menopang harga emas memantul naik.

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2598 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish setelah turun ke bawah level harga psikologis 2600. Area 2583 kini akan menjadi target penurunan berikutnya sekaligus level support terdekat. Break ke bawah support tersebut dapat menekan harga emas makin dalam menuju level support lanjutan di area 2567. Di sisi atasnya, area 2610 akan menjadi level resistance terdekat yang perlu ditembus harga emas untuk mengurangi tekanan bearish. Pergerakan stabil di atas resistance tersebut juga akan menopang kenaikan harga emas dengan target kenaikan jangka pendek di level resistance berikutnya di area 2625.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?