Data pergerakan harga hari sebelumnya
Open: 2662.24 | High: 2685.37
Close: 2673.85 | Low: 2658.79
Support-Resistance hari ini
Pivot: 2672.67
R1: 2686.55 | S1: 2659.97
R2: 2699.25 | S2: 2646.09
R3: 2713.13 | S3: 2633.39
Daily Average: 28 poin
Harga emas dunia menguat mendekati rekor tertingginya sepanjang masa pada hari Rabu seiring berlanjutnya penurunan imbal hasil obligasi AS. Permintaan terhadap aset non-bunga seperti logam mulia sebagai aset investasi juga ditopang oleh prospek akan adanya penurunan suku bunga lebih lanjut dari AS dan juga negara-negara Eropa. Bank Sentral Eropa hari ini akan mengumumkan hasil rapat moneter yang kemungkinan besar memutuskan pemangkasan suku bunga menjadi 3,40% dari angka 3,65%. Keputusan tersebut bisa jadi akan disusul oleh bank sentral Inggris dan Amerika Serikat pada awal November dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Selain kabar dari Eropa, pelaku pasar hari ini akan menantikan rilis data penjualan ritel dan klaim pengangguran dari Amerika Serikat. Hasil data yang lemah akan dapat membuka jalan untuk harga emas naik mencatatkan rekor tertinggi baru.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $2674 per troy ons dan berada dalam bias bullish dengan potensi menguji kembali level resistance kunci di area 2685 yang merupakan rekor tertingginya. Jika mampu menembus area kunci tersebut, maka harga emas akan mendapat momentum untuk mencetak rekor tertinggi baru dengan target di area 2700 atau bahkan hingga area 2713. Di sisi lain, kegagalan harga emas menembus area 2685 kemarin berpotensi memicu aksi profit taking yang dapat mengoreksinya turun menguji level support terdekatnya hari ini di area 2660. Break ke bawah area 2660 akan mengubah bias pergerakan kembali ke jalur bearish dengan potensi penurunan lebih dalam ke level support berikutnya di area 2646.
Bagikan Berita Ini