• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Emas Dibayangi Tekanan Bearish, Berpotensi Uji Support Lebih Dalam

Emas Melemah Tipis, Tekanan Dollar AS Kembali Mendominasi Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang Kamis sebelum akhirnya ditutup melemah tipis di bawah level pembukaan. Sempat menguat di awal sesi karena harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Memasuki paruh kedua perdagangan, emas tertekan oleh penguatan indeks Dollar AS yang didorong rilis data ekonomi positif. Aktivitas manufaktur Philadelphia tercatat meningkat signifikan, sementara klaim pengangguran mingguan menunjukkan penurunan. Pada perdagangan hari ini, emas dibuka di kisaran $4791 per troy ons dan cenderung bergerak bearish. Level support terdekat berada di area 4770, dengan potensi penurunan lanjutan ke 4750–4730 jika tekanan berlanjut. Sementara itu, resistance berada di area 4810, dengan peluang kenaikan menuju 4830–4850 jika harga mampu menembus level tersebut.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis setelah bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas. Penguatan yang sempat terjadi belum mampu bertahan hingga akhir sesi, mencerminkan masih kuatnya tekanan pasar. Memasuki perdagangan Jumat pagi, emas dibuka di bawah level pivot 4800.64, mengindikasikan kecenderungan bearish jangka pendek. Selama harga tertahan di bawah area tersebut, tekanan turun masih berpotensi berlanjut. Level support terdekat berada di 4763.15, dengan potensi pelemahan lanjutan menuju 4735.55 hingga 4698.06 jika tekanan semakin kuat. Di sisi lain, apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas pivot, peluang rebound terbuka dengan target resistance di 4828.24 hingga 4865.73. Pergerakan harga hari ini diperkirakan tetap dinamis dengan rata-rata volatilitas harian sekitar 120 poin.

Blog Photo

Harga Emas Gagal Bertahan, Tekanan Bearish Masih Mendominasi

Harga emas dunia sempat mencetak level tertinggi dalam empat pekan terakhir pada perdagangan Rabu, namun berbalik melemah dan ditutup di bawah harga pembukaan. Tekanan muncul akibat aksi profit taking di tengah ketidakpastian negosiasi antara AS dan Iran selama masa gencatan senjata. Kabar bahwa Iran mempertimbangkan membuka akses pelayaran di Selat Hormuz melalui wilayah Oman turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan suplai minyak global. Kondisi ini berpotensi menekan harga minyak dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven. Dari sisi fundamental, penguatan data manufaktur AS, khususnya di wilayah New York, juga menambah tekanan bagi emas karena mencerminkan kondisi ekonomi yang masih solid. Pada sesi pagi ini, harga emas bergerak di sekitar $4796 per troy ons dan mencoba rebound ke area pivot 4816. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan ke area 4840 hingga 4870 masih terbuka. Namun, jika turun menembus support 4761, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 4730 hingga 4700.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Analisis Singkat Pasar Emas – Kamis, 16 April 2026 Harga emas dunia mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya setelah gagal mempertahankan penguatannya dan ditutup melemah di bawah level pembukaan. Pergerakan ini mencerminkan dominasi aksi profit taking setelah harga sempat menyentuh level tertinggi harian di 4871. Memasuki sesi hari ini, emas dibuka di sekitar area 4790 dan bergerak di bawah level pivot 4816. Selama harga masih tertahan di bawah pivot, tekanan bearish cenderung masih mendominasi dengan potensi penurunan menuju support 4761 hingga 4731. Namun, jika harga mampu kembali menembus dan stabil di atas 4816, peluang rebound terbuka dengan target kenaikan ke area 4845 hingga 4900. Dengan volatilitas harian yang cukup tinggi (±130 poin), pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap pergerakan cepat serta sentimen global yang dapat memicu perubahan arah harga secara signifikan.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Emas Bertahan Bullish, Waspadai Profit Taking di Area Tinggi Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya di level 4841.64 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 4846.13. Kenaikan ini mencerminkan masih kuatnya minat beli di tengah sentimen pelemahan Dollar AS dan ekspektasi penurunan suku bunga. Memasuki perdagangan Rabu pagi, emas bergerak di atas level pivot 4811.07 dengan kecenderungan bullish. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 4876.70 hingga 4911.77. Namun, mengingat harga sudah berada di area tinggi, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi aksi profit taking yang dapat menekan harga kembali ke support 4776.00 atau bahkan lebih rendah ke 4710.37. Pergerakan rata-rata harian sebesar 142 poin menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, sehingga peluang pergerakan cepat tetap terbuka.

Blog Photo

Emas Melonjak 2% Usai Data Inflasi AS Melemah, Peluang Cut Rate Kian Terbuka

**Emas Naik 2%: Dolar Melemah, Peluang Cut Rate The Fed Kembali Terbuka** Harga emas dunia melonjak sekitar 2% pada perdagangan Selasa, didorong oleh pelemahan indeks Dollar AS setelah rilis data inflasi produsen yang lebih rendah dari ekspektasi. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sejalan dengan data inflasi konsumen sebelumnya. Ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pun kembali meningkat menjelang pertemuan FOMC akhir bulan ini. Suku bunga yang lebih rendah menjadi sentimen positif bagi emas sebagai aset safe haven non-yielding. Pada sesi pagi ini, emas dibuka di kisaran $4842 per troy ons dengan bias bullish yang masih kuat. Harga berpotensi menguji resistance di 4875, dengan target lanjutan di 4910 hingga 4940. Namun, aksi profit taking bisa menekan harga turun ke area pivot 4811, dengan support berikutnya di 4780 hingga 4750.

Blog Photo

Emas Bangkit dari Tekanan, Siap Uji Level Kunci 4770

Emas Rebound di Tengah Ketegangan Global, Potensi Uji Resistance 4770 Harga emas dunia berhasil bangkit setelah sempat menyentuh level terendah dalam empat sesi terakhir pada awal pekan. Logam mulia ini kemudian memantul dan kembali mendekati penutupan pekan lalu, didorong oleh pelemahan indeks Dollar AS serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen pasar juga dipengaruhi kabar bahwa Iran tengah mempertimbangkan pembekuan aktivitas pengayaan uranium selama 20 tahun sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan. Selain itu, pelaku pasar kini menantikan rilis data indeks harga produsen (PPI) AS sebagai petunjuk arah inflasi menjelang pertemuan FOMC akhir bulan. Secara teknikal, emas bergerak di kisaran $4747 per troy ons dan kembali berada dalam tren bullish setelah menembus Moving Average 100-hari. Harga berpotensi menguji resistance di area 4770, dengan peluang kenaikan lanjutan ke 4795 hingga 4820. Namun, jika turun di bawah support 4723, tekanan bearish bisa kembali muncul dan mendorong harga ke level 4700 hingga 4675.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan sebelumnya dengan ditutup naik signifikan di level 4740.26, setelah sempat menyentuh level terendah di 4639.89. Pergerakan ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan pelemahan Dollar AS. Secara teknikal, emas saat ini bergerak di atas level pivot 4710.03 yang membuka peluang lanjutan tren bullish. Jika momentum penguatan berlanjut, harga berpotensi menguji resistance di area 4780.17 hingga 4820.08. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi apabila harga turun di bawah support 4670.12, yang dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut ke area 4599.98. Dengan rata-rata pergerakan harian sebesar 146 poin, volatilitas emas masih tergolong tinggi, sehingga peluang trading jangka pendek tetap terbuka lebar baik pada skenario bullish maupun bearish.

Blog Photo

Emas Tertekan Inflasi AS dan Ketegangan Amerika Serikat–Iran, Harga Berpotensi Lanjut Melemah

Harga emas dunia bergerak terbatas pada perdagangan Jumat sebelum ditutup melemah tipis, tertekan oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan kenaikan cukup signifikan. Meski masih di bawah ekspektasi pasar, tingginya inflasi berpotensi menahan langkah Federal Reserve dalam memangkas suku bunga, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Memasuki awal pekan, harga emas dibuka melemah tajam ke kisaran $4640 per troy ons, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah langkah yang diambil oleh Donald Trump terhadap Iran. Meskipun sempat mencoba rebound, pergerakan harga masih tertahan di area resistance penting pada Moving Average 100-hari di sekitar 4685. Secara teknikal, emas masih berada dalam tekanan bearish. Jika gagal menembus resistance, harga berpotensi kembali melemah menguji support di area 4600, bahkan membuka peluang penurunan lanjutan hingga 4560. Sementara itu, perkembangan situasi antara Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah pergerakan pasar.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah tipis pada perdagangan sebelumnya, turun dari level pembukaan di 4771.81 ke posisi 4759.43. Meski sempat menyentuh level tertinggi di 4794.89, tekanan jual kembali mendominasi hingga harga turun ke level terendah di 4730.70. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di awal pekan, di tengah minimnya sentimen kuat yang mampu mendorong harga secara signifikan. Dengan volatilitas harian yang mencapai rata-rata 136 poin, emas masih bergerak dalam rentang konsolidasi. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di 4761.67 yang menjadi acuan utama arah pergerakan. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan menuju area resistance 4792.65 hingga 4825.86 terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah pivot, maka emas berpeluang menguji support di 4728.46 hingga 4697.48. Secara keseluruhan, pasar saat ini masih cenderung sideways dengan potensi breakout menunggu katalis baru dari data ekonomi global maupun perkembangan geopolitik.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?