Harga emas melonjak tajam dan menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Kenaikan signifikan ini dipicu lonjakan permintaan aset lindung nilai seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela.
Harga emas dunia mencatatkan kenaikan sebesar 2% lebih sepanjang hari Senin dan menutup sesi perdagangan kemarin di dekat level tertingginya dalam seminggu terakhir. Serangan yang diluncurkan Amerika Serikat ke Venezuela menambah kecemasan investor terhadap situasi geopolitik global dan mendorong permintaan logam mulia sebagai aset safe haven.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak berjangka di NYMEX tercatat melemah sekitar 0,4% dan diperdagangkan di level US$ 56,93 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.15 WIB pada hari Senin. Tekanan pada harga minyak muncul setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi terhadap Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba, sekaligus menyatakan rencana restrukturisasi sektor minyak negara tersebut.
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat (2/1/2026), melanjutkan tren penguatan signifikan yang terjadi sepanjang 2025. Meningkatnya ketegangan geopolitik global serta harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) terus menopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Harga emas dunia tidak banyak berubah di akhir sesi perdagangan hari Jumat setelah bergerak fluktuatif dalam rentang yang lebar sepanjang sesi perdagangan pertama di tahun 2026. Emas masih diperdagangkan di atas harga $4.300 per troy ons seiring tingginya permintaan terhadap logam mulia tersebut di tengah kondisi geopolitik global yang memanas.
Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) mengalami kesulitan untuk melanjutkan penguatan setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Hingga berita ini ditulis pada Selasa pukul 13.25 WIB, pergerakan harga cenderung terbatas dalam rentang sempit, dengan WTI berada di kisaran $57,78 per barel, masih berada di bawah level tertinggi dalam sepekan terakhir.
Harga emas global melesat lebih dari 2% dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Senin (22/12/2025). Penguatan tajam ini dipicu meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
Harga emas dunia menguat sebesar 2% lebih sepanjang sesi perdagangan hari Senin untuk mencatatkan rekor tertinggi baru di atas harga $4.400 per troy ons. Kenaikan harga emas ini ditopang oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) membuka pekan dengan kecenderungan menguat dan bergerak mendekati level tertinggi sepekan di kisaran US$ 57,07 per barel pada Senin Pukul 13.40 WIB. Meski demikian, penguatan intraday ini dinilai belum cukup solid karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling bertolak belakang.
Harga emas global berhasil menembus level psikologis US$ 4.400 per ons, dengan tren penguatan yang dinilai masih memiliki peluang berlanjut. Kuatnya permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global menjadi faktor utama yang menopang pergerakan logam mulia ini.