Harga emas dunia mencatatkan penurunan harian untuk hari ketiga beruntun sekaligus menyentuh level terendahnya dalam sebulan terakhir pada sesi perdagangan hari Rabu. Perkiraan pelaku pasar bahwa bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga di level tinggi menjadi kenyataan dengan dirilisnya pernyataan dan konferensi pers FOMC dini hari tadi. FOMC menyebut bahwa konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu ketidakpastian dalam proyeksi ekonomi, dan memutuskan untuk tidak mengubah level suku bunga setelah mempertimbangkan risiko yang ada saat ini. Keputusan Fed untuk menahan suku bunga di level tinggi untuk waktu lebih lama kemungkinan akan diikuti oleh bank sentral Inggris dan Eropa yang akan merilis hasil rapat moneter mereka hari ini nanti. Tingginya level suku bunga membuat aset non-bunga seperti logam mulia menjadi kurang menarik di mata investor.
Emas mengawali sesi perdagangan hari ini di kisaran harga $4544 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish melihat pergerakannya yang berada di bawah level pivot harian. Level terendahnya kemarin di area 4510 akan menjadi level support kunci untuk hari ini. Break ke bawah support tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dan berpotensi membawa harga emas turun makin dalam menuju level support lanjutan di area 4480 atau bahkan hingga area kunci 4455. Di sisi lain, harga emas yang relatif rendah juga berpotensi menarik aksi bargain hunting di akhir bulan yang dapat menopang harga emas memantul naik menguji level resistance di area 4475. Break ke atas resistance tersebut akan memberi harga emas dorongan bullish untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4600 atau bahkan hingga area 4625.
Bagikan Berita Ini