Harga emas pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat di level 5.058,06 setelah bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan high di 5.086,53 dan low di 4.964,95. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di area 5.036,51 yang menjadi penentu arah pergerakan. Selama harga bertahan di atas pivot, peluang penguatan masih terbuka dengan target resistance di 5.108 hingga 5.158. Sementara itu, support terdekat berada di area 4.986,50 dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 263 poin.
Harga emas dunia ditutup menguat di atas USD 5.000 per troy ons pada perdagangan Senin, meski bergerak fluktuatif. Penguatan didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS yang meningkatkan minat beli, sementara pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data penting AS seperti Non-Farm Payrolls dan inflasi CPI. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar USD 5.064 per troy ons dengan bias bullish. Secara teknikal, harga berpotensi menguji resistance di 5.080, dengan support terdekat berada di area 5.036.
Harga emas dunia menguat lebih dari 3% pada perdagangan Jumat lalu, sekaligus kembali mencatatkan kenaikan mingguan setelah tekanan tajam di pekan sebelumnya. Penguatan ini ditopang oleh melemahnya indeks Dolar AS yang mendorong aksi beli karena emas menjadi lebih murah bagi investor non-Dolar. Memasuki pekan ini, perhatian pasar tertuju pada rilis data ekonomi utama AS, khususnya Non-Farm Payrolls pada Rabu dan data inflasi konsumen pada Jumat, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan emas. Secara teknikal, emas dibuka di kisaran $4988 per troy ons dan masih bergerak dalam tren bullish selama bertahan di atas MA 100. Area 5000 menjadi resistance kunci, sementara 4950 berfungsi sebagai support terdekat.
Harga emas dunia melanjutkan penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah dalam empat pekan terakhir pada perdagangan Senin, dipicu aksi likuidasi investor setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kandidat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Emas dibuka di kisaran $4.670 per troy ons dengan pergerakan cenderung netral. Level resistance terdekat berada di area $4.700, sementara support utama terlihat di sekitar $4.640, dengan potensi tekanan lanjutan jika harga menembus ke bawah area tersebut.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mengumumkan penundaan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang semula dijadwalkan Jumat hingga operasional pemerintah federal kembali normal akibat penghentian layanan. Di sisi lain, data PMI Manufaktur ISM AS naik ke level 52,6 pada Januari, melampaui ekspektasi pasar dan mendorong penguatan tipis Indeks Dolar AS (DXY) di sekitar 97,60. Pasangan mata uang utama bergerak terbatas, dengan AUD/USD di kisaran 0,6950 seiring ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, EUR/USD melemah di sekitar 1,1790, dan USD/JPY bertahan dekat level tertinggi mingguan 155,70. Sementara itu, harga emas diperdagangkan di sekitar $4.700, tetap tertekan setelah mencatat rekor tertinggi pekan lalu.
Harga emas global kembali melonjak dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Penguatan ini didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta ekonomi dunia, yang memicu peralihan dana investor ke aset lindung nilai atau safe haven.
Harga emas dunia masih melanjutkan tren kenaikan dan kembali mencatatkan rekor tertinggi baru di kisaran harga $4.642 per troy ons pada sesi perdagangan hari Rabu. Situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian masih menjadi faktor utama yang mendorong pelaku pasar mencari perlindungan di aset safe haven seperti logam mulia.
Harga emas global kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Selasa (13/1/2026). Penguatan ini didorong rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan pelonggaran moneter Federal Reserve (The Fed).
Harga emas dunia sempat menguat untuk mencatatkan rekor tertinggi baru pada hari Selasa sebelum kemudian terkoreksi turun dan menutup sesi perdagangan di bawah level pembukaan harian.
Harga emas melonjak tajam dan mencatat rekor baru dengan menembus level di atas US$ 4.600 per ons pada perdagangan Senin (12/1/2026). Kenaikan ini turut diikuti harga perak yang juga mencetak titik tertinggi sepanjang sejarah, seiring arus dana global yang beralih dari aset berisiko menuju instrumen lindung nilai (safe haven).