Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih lemas. Tetapi, pekan ini akan dirilis inflasi dalam negeri yang diharapkan akan menjadi penopang lemasnya pergerakan rupiah.
Melansir data Refinitiv, pada perdagangan Jumat (25/8/2023) rupiah ditutup melemah 0,33% secara harian ke Rp15.290/US$, dengan begitu secara mingguan juga masih turun 0,07%.
Selama sesi perdagangan Jumat lalu, tercatat nilai tukar rupiah sempat menembus Rp15.300/US$, tepatnya ke posisi Rp15.304/US$.
Meskipun rupiah melemah selama beberapa pekan, tetapi sempat terjadi penguatan pekan lalu berkat sikap Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga di angka 5,75% sejak Januari 2023 atau delapan kali beruntun.
tetapi penguatan tidak bertahan lama karena akhir pekan lalu,Rupiah harus kembali bertahan di zona merah akibat sikap Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi masih lanjut hawkish.
Potensi kebijakan yang lebih ketat ini disampaikan oleh Jerome Powell pada pada Symposium Jackson Hole pada Jumat (25/8/2023).
Powell mengatakan The Fed "siap" menaikkan suku bunga lebih lanjut apabila "diperlukan". Pernyataan tersebut merujuk pada kesiapan bank sentral yang potensi melanjutkan kebijakan ketat guna mengendalikan inflasi capai target 2%.
sumber data:CNBC Indonesia
Bagikan Berita Ini