• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Rupiah Terjun Jelang Rilis Inflasi AS

Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika Serikat ditengah wait and see pasar menunggu data inflasi Amerika Serikat.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka melemah tipis 0,07% terhadap dolar AS di angka Rp15.200/US$1. Bahkan Rupiah sempat melemah dalam kurang dari lima menit hingga Rp15.215/US$1. Hal ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan kemarin yang menguat 0,16% ke Rp15.190/US$1.

Fluktuasi Rupiah dilandasi karena sikap pelaku pasar dalam menunggu dua data penting AS yakni data inflasi dan sata pengangguran yang akan rilis malam ini. 

Polling yang dilakukan Dow Jones memperkirakan inflasi AS akan mencapai 0,2% (month to month/mtm) dan 3,3% (year on year/yoy) pada Juli. Sebagai informasi, inflasi AS pada Juni berada di 0,2% (mtm) dan 3% (yoy).

Dari polling tersebut, dapat diperkirakan bahwa inflasi AS (yoy) akan meningkat. Peningkatan inflasi ini menjadi kecemasan khusus bagi pelaku pasar karena meningkatnya inflasi akan membuat The Fed kembali hawkish dengan kebijakan suku bunganya. Serta semakin menjauhkan AS dari memenuhi target inflasi Bank Sentral AS (The Fed) di kisaran 2%

Selain data tersebut, AS juga akan merilis data klaim pengangguran. Pada pekan sebelumnya, jumlah klaim pengangguran AS yang diajukan pekerja mencapai 227 ribu, naik dari pekan sebelumnya yang mencapai 221 ribu.

Kenaikan yang cukup kecil untuk menjadikan pasar tenaga kerja AS sudah mendingin. Hal ini bisa mendukung kemungkinan The Fed masih akan memperpanjang siklus pengetatannya tahun ini.

sumber data:CNBC Indonesia

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?