• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Tekanan dari AS Masih berlanjut, Rupiah Melemah 3 Hari Beruntun.

Berdasar pada data Refinitiv, pada perdagangan yang berakhir kemarin Kamis (3/8/2023) rupiah melemah tipis 0,07% secara harian di pasar spot ke posisi Rp15.180/US$. Pelemahan ini semakin memperparah tren di zona merah selama tiga hari beruntun sejak 1 Agustus 2023.

Melemahnya Rupiah terhadap dolar AS karena pelaku pasar masih dihadapkan pada ketidakpastian data tenaga kerja AS yang rilis petang ini.

Secara keseluruhan, data tenaga kerja AS masih cukup kuat. tetapi jika terjadi pelemahan pada data yang dirilis petang nanti diharpkan akan memberikan dampak pada inflasi yang semakin melandai dan sikap The Fed, Bank Sentral AS ke arah Dovish

Pasar uang Indonesia juga masih dibebani pemotongan utang AS. Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings pada Rabu lalu telah memotong peringkat utang AS, dari AA+ menjadi AAA.

Downgrade peringkat utang AS tentunya berdampak pada semakin besarnya volatilitas pasar dan ketidakpastian global yang kembali meningkat.

Tetapi Bank Indonesia (BI) dan Kementrian Keuangan tetap optimis bahwa ketidakpastian tersebut hanya temporer. 

Indikator ekonomi Indonesia dinilai masih cukup baik dan kuat untuk menghadapi dinamika eksternal. Seperti, inflasi yang terus menurun, pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan outlook defisit APBN 2023 yang lebih rendah 2,28% dari Produk Domestik Bruto (PDB)
 

SUMBER DATA:CNBC Indonesia

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?