Harga emas dunia melemah mendekati level terendahnya dalam seminggu terakhir pada sesi perdagangan hari Jumat akibat tekanan dari data ekonomi AS serta kenaikan harga minyak dunia. Data yang dirilis kemarin melaporkan bahwa indeks harga di tingkat produsen mengalami kenaikan yang cukup signifikan, didorong oleh tingginya biaya di sektor energi. Di saat bersamaan, harga minyak dunia kembali ke atas level $100 per barel kemarin akibat berlanjutnya konflik AS-Iran yang menghambat suplai minyak dari Selat Hormuz. Perhatian pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data indeks harga konsumen dari AS yang merupakan salah satu indikator utama laju inflasi. Kenaikan laju inflasi berpotensi mendorong bank sentral untuk mengimbanginya dengan kenaikan suku bunga dan mengurangi daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4316 per troy ons dan berada dalam bias bearish melihat pergerakannya pagi ini yang di bawah indikator Moving Average 100-hari. Area 4295 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekatnya hari ini. Break ke bawah support tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 4275 atau bahkan hingga area 4255. Sementara di sisi atasnya, area 4335 akan menjadi level resistance terdekat yang perlu ditembus harga emas untuk mengurangi tekanan. Pergerakan di atas resistance tersebut juga akan menopang harga emas untuk melanjutkan kenaikan mengincar target yang lebih tinggi di area 4355 atau bahkan hingga area 4375.
Bagikan Berita Ini