Harga emas dunia mencatatkan kenaikan sebesar 1% lebih sepanjang sesi perdagangan hari Selasa ditopang oleh aksi bargain hunting dan kembalinya permintaan logam mulia sebagai aset safe haven. Pengumuman dari Gedung Putih bahwa AS akan mengenakan tarif 50% terhadap barang impor dari Kanada membuat pelaku pasar mengkhawatirkan kembalinya perang dagang di level global. Meski demikian, kenaikan harga emas kemarin masih terbilang belum maksimal karena terbatasi oleh indeks Dollar AS dan harga minyak dunia yang juga menguat di waktu bersamaan. Situasi di Selat Hormuz yang masih berada di tengah konflik AS dan Iran membuat pelaku pasar mengkhawatirkan potensi kenaikan laju inflasi global yang bisa mendorong bank sentral AS mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada rapat moneternya pekan depan.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4079 per troy ons dan kini berada dalam bias bullish dengan potensi kenaikan mengincar level resistance kunci di area 4100. Jika mampu mengatasi resistance tersebut, maka harga emas akan mendapat dorongan untuk melanjutkan tren bullish mengincar target yang lebih tinggi di area 4120 atau bahkan hingga area 4140. Di sisi bawahnya, area 4060 akan menjadi level support terdekat yang jika ditembus akan menggagalkan skenario bullish. Pergerakan di bawah area 4060 juga akan mengembalikan tekanan bearish dengan target penurunan jangka pendek menguji level support di area 4040 atau bahkan hingga area 4020.
Bagikan Berita Ini