Harga emas dunia berhasil memantul naik, menjauhi level terendahnya sejak November 2025, untuk menutup sesi perdagangan Jumat di atas level harga psikologis $4.000 per troy ons. Data ekonomi yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat melaporkan bahwa indeks harga konsumen personal mengalami kenaikan 0,3% dalam sebulan terakhir sesuai prediksi pasar. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa situasi inflasi masih cukup terkendali sehingga membuat indeks dolar AS terkoreksi turun dari level tertingginya dalam setahun terakhir. Melemahnya indeks dolar kemudian dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan bargain hunting jangka pendek di pasar logam mulia.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4029 per troy ons dan menunjukkan bias bullish untuk jangka pendek dengan kembali bergerak di atas level pivot harian. Area 4050 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekatnya untuk hari ini. Break ke atas resistance tersebut akan menambah dorongan bullish dan menopang harga emas naik mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4070 atau bahkan hingga area kunci 4090. Skenario bullish ini bisa gagal jika harga emas bergerak turun melewati level pivot harian yang menjadi level support terdekatnya hari ini. Break ke bawah level pivot akan mengembalikan tekanan bearish yang dapat membawa harga emas turun dan menguji lagi level support di area 3990 atau bahkan hingga area 3970
Bagikan Berita Ini