Harga emas dunia melemah sebesar 2% sepanjang sesi perdagangan hari Selasa akibat tekanan dari indeks Dollar AS yang melanjutkan penguatan untuk menyentuh level tertingginya dalam setahun terakhir. Situasi di pasar ini masih dipengaruhi oleh pernyataan pasca rapat moneter Federal Reserve pekan lalu yang membuka kemungkinan akan adanya kenaikan suku bunga untuk tahun ini. Prospek suku bunga yang lebih tinggi membuat aset non-bunga seperti logam mulia menjadi kurang menarik di mata investor. Meski demikian, pernyataan Fed tersebut muncul akibat ancaman kenaikan laju inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan harga minyak dunia di tengah konflik antara AS dan Iran. Jika kedua negara tersebut bisa berdamai, maka harga minyak seharusnya bisa kembali normal dan laju inflasi bisa turun ke level di mana Fed tidak perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4111 per troy ons dan saat analisis ini ditulis terlihat telah bergerak turun untuk menguji kembali level support kunci di area 4090. Break ke bawah area tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dan berpotensi membawa harga emas turun ke level support yang lebih dalam di area 4070 atau bahkan hingga area 4050. Di sisi atasnya, level pivot harian 4133 akan menjadi level resistance yang perlu diatasi harga emas untuk mengurangi tekanan bearish. Pergerakan stabil di atas level pivot juga akan memberi harga emas dorongan bullish jangka pendek untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance di area 4155 atau bahkan hingga area 4177.
Bagikan Berita Ini