Harga emas dunia melemah sepanjang sesi perdagangan hari Jumat akibat tekanan dari indeks Dollar dan obligasi AS yang menguat berkat nada hawkish dari notulen FOMC. Pelaku pasar juga menantikan perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang diharapkan bisa segera mencapai titik temu untuk menghentikan perang dan membuka kembali blokade Selat Hormuz. Berita terbaru dari Timur Tengah mengabarkan bahwa negosiasi berjalan ke arah yang positif dengan kedua pihak sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata untuk 60 hari ke depan. Harga minyak dunia jatuh mendekati level $90 per barel pasca libur akhir pekan sehingga memberi dorongan pada harga emas.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4535 per troy ons, melompat naik cukup jauh dari harga penutupan akhir pekan lalu berkat dorongan berita terbaru dari Timur Tengah. Saat analisis ini ditulis, harga emas bahkan telah menguat mendekati level resistance di area 4555 yang jika ditembus dapat menopang kenaikan lebih lanjutan mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4575 atau bahkan hingga area 4595. Skenario bullish ini bisa digagalkan oleh aksi profit taking yang berpotensi mengoreksi harga emas turun menguji level pivot harian 4515 yang menjadi support kunci. Break ke bawah area pivot akan mengubah bias pergerakan harga emas ke arah bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 4495 atau bahkan hingga area 4475.
Bagikan Berita Ini