arga emas dunia menguat pada sesi perdagangan Rabu ditopang oleh permintaan aset safe haven di tengah berlanjutnya konflik militer di Timur Tengah antara AS, Israel, dan Iran. Meski demikian, kenaikan harga emas kemarin masih relatif terbatasi oleh indeks Dollar AS yang menguat berkat hasil data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi. Data yang kemarin dirilis melaporkan pertumbuhan di sektor swasta sebanyak 63.000 pekerja baru, dan kenaikan aktivitas ekonomi di bidang jasa sepanjang bulan Februari. Situasi di pasar tenaga kerja AS masih akan menjadi salah satu sorotan pelaku pasar di sisa pekan ini dengan dirilisnya laporan jumlah klaim pengangguran pada hari ini serta data Non-Farm Payrolls pada hari Jumat.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $5146 per troy ons dan terlihat menunjukkan bias bullish dengan bergerak di atas level pivot harian. Area 5175 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekat untuk hari ini. Pergerakan di atas area 5175 akan menopang harga emas melanjutkan kenaikan mengincar resistance yang lebih tinggi di area 5200 atau bahkan hingga area 5225. Skenario bullish akan gagal jika harga emas bergerak ke bawah level pivot harian yang akan membawanya menguji level support di area 5125. Break ke bawah area 5125 akan mengubah bias pergerakan harga emas ke arah bearish dengan potensi penurunan lebih dalam ke area 5100 atau bahkan hingga area 5075.
Bagikan Berita Ini