• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak Menguat di Tengah Ancaman Gangguan Pasokan Timur Tengah

Harga West Texas Intermediate (WTI) tercatat di level US$62,41 pada pukul 13.30 WIB, Rabu, dan masih bergerak di zona positif. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan keluar hari ini.

Iran dilaporkan menutup sementara sebagian Selat Hormuz untuk latihan militer yang dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), menurut Bloomberg. Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global, dengan sekitar sepertiga ekspor minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut melewati kawasan tersebut. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan mendorong sentimen bullish pada harga WTI dalam jangka pendek.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyampaikan bahwa Iran dan AS telah mencapai kesepahaman mengenai prinsip-prinsip dasar dalam negosiasi terkait isu nuklir yang telah berlangsung lama. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal itu belum berarti kesepakatan final akan segera tercapai. Araqchi menyebut pembicaraan berlangsung serius dan konstruktif. Pasar kini mencermati perkembangan hubungan kedua negara, karena potensi meredanya ketegangan dapat menekan harga minyak.

Sementara itu, laporan stok minyak mentah API akan menjadi perhatian utama pasar. Jika data menunjukkan penurunan persediaan lebih besar dari perkiraan, hal tersebut menandakan permintaan yang kuat dan berpotensi mengangkat harga WTI. Sebaliknya, kenaikan stok yang melebihi ekspektasi dapat mengindikasikan lemahnya permintaan atau kelebihan pasokan, sehingga berisiko menekan harga minyak.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?