• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Melejit 2% Usai Inflasi AS Melandai, The Fed Berpeluang Pangkas Suku Bunga

Harga emas dunia melonjak tajam lebih dari 2% pada Jumat (13/2/2026) setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi ini kembali memunculkan optimisme bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan mulai memangkas suku bunga pada tahun ini.

Melansir CNBC, data inflasi tersebut turut meredakan kekhawatiran pelaku pasar yang sebelumnya dipicu oleh laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari ekspektasi.

Harga emas spot tercatat melonjak 2,25% dan ditutup di level US$ 5.032,39 per ons. Kenaikan ini menjadi pemulihan signifikan setelah sehari sebelumnya emas sempat merosot sekitar 3% dan menyentuh level terendah dalam hampir sepekan.

Pedagang logam independen Tai Wong menyebut bahwa emas, khususnya perak, mengalami relief rally setelah data inflasi Januari yang lebih lemah membantu menenangkan pasar. Menurutnya, tekanan akibat laporan tenaga kerja sebelumnya berhasil diredam oleh angka inflasi yang lebih rendah.

Data dari US Department of Labor menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,2% pada Januari, lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom sebesar 0,3% serta lebih rendah dari kenaikan 0,3% pada Desember.

Inflasi yang lebih terkendali memperbesar peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed. Berdasarkan data London Stock Exchange Group (LSEG), pasar kini memperkirakan total pemangkasan suku bunga mencapai 63 basis poin sepanjang tahun ini, dengan peluang pemangkasan pertama terjadi pada Juli.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas umumnya diuntungkan dalam kondisi suku bunga yang lebih rendah.

Dari sisi permintaan fisik, pasar China tetap menunjukkan minat yang kuat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Sebaliknya, permintaan di India melemah dan memicu diskon harga, seiring tingginya level harga emas saat ini.

Analis ANZ bahkan merevisi naik proyeksi harga emas kuartal II menjadi US$ 5.800 per ons dari sebelumnya US$ 5.400 per ons. Mereka menilai emas semakin menarik sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, ANZ juga mengingatkan bahwa kenaikan harga perak berpotensi terbatas karena sektor industri mulai menahan pembelian akibat harga yang semakin tinggi.

Sementara itu, harga perak spot turut melonjak 2,29% ke level US$ 76,97 per ons setelah sebelumnya sempat terkoreksi tajam.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?