• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Naik ke Puncak Enam Minggu, Perak Tembus Rekor Tertinggi

Harga emas kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam enam minggu pada perdagangan Senin (1/12/2025). Kenaikan ini dipicu meningkatnya keyakinan pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) serta pelemahan dolar. Mengutip Reuters, pergerakan positif ini juga terjadi pada harga perak yang melesat tajam hingga menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high/ATH).

Harga emas naik 0,31% dan ditutup pada posisi US$ 4.232,08 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 21 Oktober 2025 di kisaran US$ 4.264,37 per ons pada awal sesi.

Di sisi lain, harga perak melompat 2,53% dan berakhir di US$ 57,97 per ons, seusai menorehkan rekor baru di level US$ 58,81. Sepanjang tahun berjalan, logam mulia berwarna putih ini telah membukukan kenaikan lebih dari 100%.

Melemahnya dolar AS ke titik terendah dalam dua minggu turut membantu mengangkat harga emas, karena membuat logam mulia tersebut lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Director of Metals Trading High Ridge Futures, David Meger, menyampaikan bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih agresif terus menjadi faktor utama penguat harga emas dan perak.

“Inflasi yang masih berada di atas target The Fed memberikan tambahan dukungan bagi kedua komoditas tersebut,” jelasnya.

Saat ini pasar memperkirakan peluang sekitar 87% bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada Desember, dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang melunak serta komentar bernada dovish dari pejabat bank sentral seperti Gubernur The Fed Christopher Waller dan Presiden The Fed New York John Williams.

Kondisi suku bunga yang lebih rendah umumnya mendongkrak daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor kini juga memantau sejumlah laporan ekonomi penting AS yang dijadwalkan rilis pekan ini, termasuk data ketenagakerjaan ADP untuk November pada Rabu (3/12/2025).

Selain itu, laporan indeks belanja konsumsi personal (PCE) untuk September—indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed—akan dipublikasikan pada Jumat (5/12/2025). Pasar juga menunggu pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada Senin malam.

Meger menambahkan bahwa harapan terhadap Ketua The Fed baru yang lebih berpandangan dovish semakin meningkatkan sentimen positif untuk emas dan perak.

Sementara itu, Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menyatakan dirinya siap mengemban tugas bila dipilih, dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi sinyal bahwa nama ketua baru kemungkinan diumumkan sebelum Natal.

“Kami melihat emas dan perak masih bergerak dalam tren sideways dengan peluang penguatan lebih lanjut,” ujar Meger.

Sumber: investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?