• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Dolar AS Menguat di Tengah Sinyal Positif Akhir Shutdown Pemerintah

Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat menguat dan diperdagangkan di sekitar level 99,47 pada Senin pukul 13.40 WIB. Kenaikan ini terjadi di tengah optimisme pasar bahwa penutupan pemerintahan AS yang berlangsung lama akan segera berakhir.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menyatakan bahwa pembicaraan lintas partai di Senat AS untuk mengakhiri penutupan federal mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada Minggu, Senat bergerak menuju pemungutan suara guna membuka kembali pemerintahan federal, menandakan bahwa akhir dari penutupan terpanjang dalam sejarah AS mungkin sudah dekat. Rencana tersebut akan mencakup pendanaan bagi beberapa departemen hingga 30 Januari.

Senat dijadwalkan kembali bersidang Senin pukul 11 pagi waktu setempat untuk melanjutkan pembahasan undang-undang pembukaan kembali pemerintahan setelah kemajuan yang dicapai pada malam sebelumnya. Di sisi lain, kepemimpinan Demokrat di DPR memberi tahu para anggotanya bahwa pemungutan suara kemungkinan akan digelar akhir pekan ini. Anggota parlemen juga akan menerima pemberitahuan 36 jam sebelumnya, sebagai langkah antisipasi terhadap penundaan dan pembatalan perjalanan selama masa penutupan. Setiap perkembangan positif terkait berakhirnya penutupan federal diperkirakan akan memberi dorongan tambahan bagi DXY dalam waktu dekat.

Namun, data ekonomi AS yang melemah serta ketidakpastian terhadap prospek ekonomi ke depan berpotensi menekan nilai Dolar. Berdasarkan laporan Universitas Michigan (UoM) pada Jumat lalu, Indeks Sentimen Konsumen turun ke level 50,3 pada November, posisi terendah sejak Juni 2022, dari 53,6 di Oktober, dan lebih buruk dari perkiraan pasar sebesar 53,2.

Kondisi ini mendorong para pelaku pasar untuk meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed. Setelah rilis data tenaga kerja swasta yang lemah serta survei sentimen konsumen yang negatif, kontrak berjangka dana The Fed kini mencerminkan sekitar 67% peluang bahwa suku bunga akan dipangkas sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Desember mendatang, menurut alat FedWatch CME.

Sumber: FXStreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?