• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

USD Melemah Setelah Empat Hari Menguat Berturut-Turut

Indeks Dolar AS (DXY), yang mencerminkan pergerakan Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap enam mata uang utama, melemah dan menghentikan kenaikan beruntun empat hari, diperdagangkan di kisaran 99,66 pada pukul 14.00 WIB, Selasa. Mata uang AS sempat mendapat dukungan dari sikap hati-hati pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan bulan Desember.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 65% untuk pemangkasan suku bunga pada Desember, menurun dari 94% yang tercatat seminggu sebelumnya. Ekspektasi tersebut turun setelah Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers pasca-rapat pekan lalu menyampaikan bahwa pemangkasan suku bunga Desember belum dapat dipastikan, serta menekankan bahwa pembuat kebijakan mungkin perlu menunggu data ekonomi resmi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Meskipun demikian, Dolar AS berpotensi menghadapi tekanan karena sentimen kehati-hatian pasar meningkat di tengah penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) yang masih berlangsung. Kebuntuan ini telah memasuki minggu keenam, tanpa tanda-tanda penyelesaian, akibat perdebatan di Kongres terkait RUU pendanaan yang diajukan Partai Republik. Situasi tersebut menyebabkan ribuan pegawai federal tidak menerima gaji, sehingga menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi AS.

Sementara itu, data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor manufaktur turun menjadi 48,7 pada Oktober dari 49,1 di September, menandakan kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan. Angka tersebut juga lebih rendah dari ekspektasi pasar di level 49,5, mengindikasikan perlambatan aktivitas manufaktur dan meredanya tekanan harga.

sumber : fxstreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?