• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak Menguat Usai OPEC+ Sinyalkan Penundaan Kenaikan Produksi

Harga West Texas Intermediate (WTI) — acuan utama minyak mentah Amerika Serikat — berada di sekitar $61,40 per barel pada Senin pukul 13.25 WIB. Kenaikan harga terjadi setelah OPEC+ (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya) memberikan sinyal akan menunda rencana peningkatan produksi. Para pelaku pasar kini menantikan laporan perubahan stok minyak mentah versi API yang dijadwalkan rilis pada Selasa.

Dalam pernyataan hari Minggu, OPEC+ mengonfirmasi niatnya untuk menunda kenaikan produksi pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026, setelah sebelumnya merencanakan peningkatan moderat untuk bulan berikutnya. Kelompok produsen tersebut berencana menambah sekitar 137.000 barel per hari (bph) pada Desember, sejalan dengan penambahan yang sudah dijadwalkan pada Oktober dan November. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global yang telah terlihat selama tiga bulan terakhir.

Faktor lain yang turut menopang harga WTI adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Laut Hitam. Menurut laporan Reuters, pada akhir pekan lalu serangan drone Ukraina menghantam salah satu pelabuhan minyak utama Rusia di Laut Hitam, menyebabkan kebakaran dan kerusakan kapal. Serangan tersebut menjadi bagian dari upaya Kyiv untuk melemahkan kapasitas energi Rusia. Daerah yang diserang diketahui menjadi lokasi kilang besar milik Rosneft PJSC, yang baru-baru ini dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, bersama dengan Lukoil PJSC.

Sementara itu, pernyataan bernada hawkish dari para pejabat Federal Reserve (The Fed) berpotensi menguatkan Dolar AS (USD) dan menekan harga komoditas berdenominasi dolar, termasuk minyak mentah, karena menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. The Fed telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober lalu, menurunkan kisaran suku bunga menjadi 3,75%–4,00%. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan tersebut kemungkinan menjadi yang terakhir di tahun ini, sehingga meredam ekspektasi pasar terhadap pemotongan lanjutan pada Desember mendatang.

sumber : fxstreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?