• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Naik Tipis Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Harga emas dunia bergerak menguat pada perdagangan Rabu (29/10/2025) siang, di tengah penantian pasar terhadap keputusan Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan. Namun, optimisme terhadap perkembangan hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China membatasi potensi kenaikan harga logam mulia tersebut.

Pada pukul 13.40 WIB, harga emas tercatat naik tipis 0,15% ke level US$ 3.973,33 per troy ons, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 7 Oktober 2025.

Menurut Kelvin Wong, Analis Senior Pasar di OANDA, penurunan jangka pendek harga emas disebabkan oleh pergeseran investasi dari aset safe haven menuju instrumen berisiko seperti saham global, seiring meningkatnya harapan atas kesepakatan dagang AS–China.
“Dalam jangka pendek, emas menghadapi tekanan koreksi karena penyesuaian posisi oleh investor berleverage dan faktor teknikal. Namun secara fundamental, outlook emas masih tetap positif,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Perkembangan negosiasi perdagangan AS–China juga menjadi perhatian utama pasar. Pejabat ekonomi kedua negara dikabarkan telah menyepakati kerangka awal perjanjian dagang yang berpotensi menghentikan kenaikan tarif impor AS serta pembatasan ekspor bahan tanah jarang (rare earth) dari China.

Presiden Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Korea Selatan pada Kamis (30/10/2025) untuk membahas rincian akhir dari kesepakatan tersebut.

Dalam laporan ANZ, kemajuan pembicaraan antara kedua negara tersebut dinilai menekan permintaan terhadap emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven). Namun, penurunan harga belakangan ini justru dapat dimanfaatkan bank sentral untuk menambah cadangan emas mereka.

Sementara itu, pasar keuangan menunggu hasil rapat kebijakan The Fed yang diperkirakan akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin. Investor juga menantikan pernyataan prospektif (forward guidance) dari Ketua The Fed Jerome Powell, yang bisa memberikan petunjuk arah kebijakan moneter ke depan. Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan Kamis mendatang.

Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), biasanya mendapat dukungan di tengah lingkungan suku bunga rendah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak sekitar 52%, bahkan sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di level US$ 4.381,18 per ons pada 20 Oktober 2025. Kenaikan tajam ini dipicu oleh gejolak geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta pembelian agresif oleh sejumlah bank sentral dunia.

sumber : investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?