Harga emas (XAU/USD) melemah dan sempat turun di bawah level US$ 4.100 pada awal sesi perdagangan Eropa hari Jumat. Tekanan terhadap logam mulia ini muncul seiring penguatan kembali Dolar AS (USD), sementara pelaku pasar masih berhati-hati setelah aksi jual tajam yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Beberapa analis menilai bahwa berakhirnya perayaan Diwali di India—negara konsumen emas terbesar kedua di dunia—berpotensi menurunkan permintaan fisik terhadap emas, sehingga menekan harga logam tersebut di pasar global.
Kendati demikian, faktor ketidakpastian global masih memberikan potensi dukungan bagi emas. Penutupan sebagian pemerintahan AS yang berkepanjangan serta ketegangan perdagangan internasional dapat meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga AS juga menjadi katalis positif yang dapat menopang harga logam mulia, karena suku bunga rendah cenderung mengurangi biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Fokus utama pasar kini tertuju pada rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan September, yang sempat tertunda dan dijadwalkan akan diumumkan pada Jumat malam waktu setempat.
Para ekonom memperkirakan IHK utama akan meningkat 0,4% secara bulanan (MoM), sehingga inflasi tahunan diproyeksikan mencapai 3,1%. Sementara itu, IHK inti—yang mengecualikan komponen makanan dan energi—diperkirakan naik 0,3% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan (YoY).
sumber : fxstreet
Bagikan Berita Ini