Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik tipis ke sekitar $58,79 per barel pada Rabu (pukul 14.00 WIB), setelah sehari sebelumnya sempat turun lebih dari 1,5%. Kenaikan terbatas ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi surplus pasokan minyak global pada 2026.
International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa pasokan minyak dunia dapat melebihi permintaan hingga 4 juta barel per hari tahun depan. Surplus ini dipicu oleh peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+ dan produsen lainnya, sementara pertumbuhan permintaan masih lemah.
Selain faktor fundamental pasokan, harga minyak juga tertekan oleh ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok. Perseteruan antara dua konsumen minyak terbesar dunia ini dikhawatirkan memperlambat permintaan energi global.
Presiden Donald Trump mengancam akan memperketat perdagangan dengan Tiongkok setelah Beijing menerapkan kontrol ekspor mineral tanah jarang dan menaikkan biaya pelabuhan. Sebagai balasan, Tiongkok menjatuhkan sanksi terhadap lima anak perusahaan AS dari perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean.
Meski begitu, prospek penurunan suku bunga The Fed memberi sedikit dukungan bagi harga minyak. Suku bunga yang lebih rendah dapat mendorong aktivitas ekonomi di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.
Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan akan ada pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada Oktober, dengan peluang besar pemangkasan lanjutan di Desember. Menurut alat FedWatch CME, pasar memperkirakan kemungkinan pemangkasan mencapai 94% pada Oktober dan 93% pada Desember.
sumber : fxstreet
Bagikan Berita Ini