• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Melonjak Tajam, Lampaui Batas $4.100

Harga emas dunia mencetak rekor baru dengan menembus level US$ 4.110 per troy ounce pada Senin (13/10/2025), tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan ini didorong oleh memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China, serta meningkatnya ekspektasi akan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, lonjakan harga emas ini juga diikuti oleh kenaikan signifikan harga perak, yang juga mencapai rekor tertinggi.

Harga emas spot tercatat naik 2,2% ke US$ 4.110,26 per troy ounce, setelah sempat menyentuh titik tertinggi baru di US$ 4.116,78. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah melonjak sekitar 56% dan untuk pertama kalinya menembus ambang psikologis US$ 4.000 pada pekan sebelumnya.

Kenaikan drastis ini dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, harapan akan pelonggaran kebijakan moneter AS, serta akumulasi emas oleh bank sentral berbagai negara.

Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, menyatakan bahwa tren naik harga emas masih sangat kuat. Ia bahkan memperkirakan harga bisa mencapai US$ 5.000 per troy ounce pada akhir tahun 2026. Ia juga menyoroti bahwa pembelian emas oleh bank sentral, peningkatan dana yang mengalir ke ETF emas, ketegangan dagang antara AS dan China, serta prospek suku bunga rendah di AS adalah faktor-faktor utama yang mendorong pasar logam mulia.

Ketegangan perdagangan kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat (10/10/2025) menyatakan berakhirnya 'gencatan senjata' dagang dengan China — dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Di sisi lain, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 97% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober, dan 100% kemungkinan pemangkasan tambahan pada bulan Desember. Dalam kondisi suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya menjadi lebih menarik bagi investor.

Beberapa institusi keuangan besar turut menaikkan proyeksi harga emas mereka. Bank of America dan Societe Generale memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 5.000 pada 2026. Sementara Standard Chartered memproyeksikan rata-rata harga emas tahun depan berada di kisaran US$ 4.488 per troy ounce.

Menurut Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global di Standard Chartered, reli harga emas masih memiliki ruang untuk berlanjut, meskipun koreksi jangka pendek mungkin dibutuhkan agar tren naik tetap sehat dalam jangka panjang.

sumber : investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?