Harga emas dunia masih melanjutkan rally untuk kembali memecahkan rekor tertinggi baru di atas harga $4.100 pada sesi perdagangan hari Senin. Beberapa faktor yang menopang permintaan logam mulia antara lain: kecemasan akan adanya babak baru perang dagang antara AS dan China, serta prospek suku bunga AS yang lebih rendah dalam waktu dekat. Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemarin menyampaikan dukungan untuk kebijakan Presiden Trump menekan impor dari China dengan cara pengenaan tarif yang lebih agresif. Bessent juga menyatakan bahwa government shutdown yang telah berlangsung selama 13 hari kini mulai memberikan efek negatif pada perekonomian AS. Situasi politik dan ekonomi yang penuh ketidakpastian inilah yang menjadi dorongan utama investor untuk berlindung di aset safe haven seperti logam mulia.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4110 per troy ons dan masih berpotensi melanjutkan tren bullish untuk memecahkan rekor tertinggi baru. Jika mampu menembus level tertingginya kemarin di area 4117, maka harga emas akan membuka jalan untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance di area 4130 atau bahkan hingga area kunci 4150. Di sisi lain, harga emas bisa terkoreksi turun akibat aksi profit taking dengan potensi penurunan menguji level support kunci di area 4090. Break ke bawah area 4090 akan menambah tekanan bearish yang berpotensi membawa harga emas turun makin dalam menuju level support lanjutan di area 4070 atau bahkan hingga area 4050.
Jadwal Rilis Data Ekonomi Hari Ini
23.20 WIB: US Fed Chair Powell Speaks
Bagikan Berita Ini