• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Stabil di Dekat Level Tertinggi, Tunggu Petunjuk dari Data Ekonomi AS

Harga emas global sedikit menguat pada Rabu (24/9/2025), setelah sehari sebelumnya berhasil menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Berdasarkan data, harga emas naik tipis 0,27% ke level US$ 3.774,49 per troy ounce pada pukul 14.11 WIB. Sehari sebelumnya, emas sempat menyentuh ATH baru di US$ 3.790,95 per troy ounce.

Dalam sebulan terakhir, harga emas melonjak 11,78% dan jika dibandingkan periode sama tahun lalu sudah meningkat 41,68%.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara risiko inflasi yang masih tinggi dengan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja. Meski begitu, ia tidak memberikan sinyal jelas mengenai langkah kebijakan suku bunga ke depan.

Menurut analis OANDA, Kelvin Wong, kondisi teknikal emas sudah masuk zona jenuh beli (overbought) dengan indeks RSI di level 78. Hal ini mendorong aksi profit taking. “Harga emas mungkin terkoreksi tipis, tetapi tren jangka pendek dan menengah masih positif,” ujarnya.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data klaim pengangguran AS pada Kamis (25/9/2025) serta indeks belanja konsumsi personal (PCE) yang akan diumumkan Jumat (26/9/2025), indikator inflasi favorit The Fed.

Kyle Rodda, analis Capital.com, menilai inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, terutama karena tarif impor, bisa menambah tekanan pada emas.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan masih ada dua kali pemangkasan suku bunga The Fed masing-masing 25 basis poin tahun ini, dengan probabilitas 93% pada Oktober dan 77% pada Desember.

 

sumber : investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?