Harga emas dunia kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Selasa (23/9/2025). Kenaikan harga logam mulia ini dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) serta pelemahan dolar. Emas diperdagangkan menguat 0,23% ke level US$ 3.754,50 per ons pada pukul 13.55 WIB, setelah sempat menyentuh rekor baru di US$ 3.759,11 per ons di awal sesi. Sehari sebelumnya, emas juga mencetak rekor di level US$ 3.748,61.
Mengutip Reuters, investor kini menanti pidato Ketua The Fed Jerome Powell untuk mencari arah kebijakan moneter ke depan.
Pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,1% turut mendukung kenaikan harga emas karena membuat logam mulia ini lebih murah bagi pembeli asing.
“Tren jangka pendek emas masih bullish, meski koreksi intraday tetap mungkin terjadi. Area support penting berada di kisaran US$ 3.710–3.690,” ujar Analis Pasar Senior OANDA, Kelvin Wong.
Investor menanti pidato Powell yang dijadwalkan pukul 16.35 GMT, setelah sehari sebelumnya Gubernur baru The Fed, Stephen Miran, menilai kebijakan moneter saat ini masih terlalu ketat dan berisiko memperlemah pasar tenaga kerja tanpa pemangkasan agresif. Namun, pandangan itu bertentangan dengan sebagian pejabat The Fed lain yang menilai perlunya sikap lebih berhati-hati karena inflasi tetap tinggi.
Pekan lalu, The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin dengan alasan pelemahan pasar tenaga kerja, sekaligus mengisyaratkan pemangkasan tambahan pada pertemuan mendatang.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan 90% peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada Oktober dan 75% peluang tambahan pemangkasan pada Desember.
Dalam catatannya, ANZ menyebut kombinasi perlambatan ekonomi AS, tekanan inflasi, ketidakpastian geopolitik, serta pelemahan dolar akan terus menjaga minat investor terhadap emas. “Selama emas bersinar, harga perak juga akan mendapat dukungan dari sisi permintaan,” tulis ANZ.
sumber : investor.id
Bagikan Berita Ini