Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (22/9/2025). Kenaikan ini terjadi seiring antisipasi pasar terhadap pidato sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) serta rilis data inflasi penting pekan ini. Mengutip Reuters, penguatan emas terjadi setelah The Fed memangkas suku bunga pekan lalu dan membuka peluang untuk pelonggaran lebih lanjut. Harga emas naik 0,95% ke posisi US$ 3.719,38 per troy ounce pada pukul 13.50 WIB, mengalahkan rekor tertinggi di US$ 3.707,30 pada 17 September 2025.
“Emas kembali mendekati US$ 3.700. Rekor baru bisa terbentuk pekan ini jika data makro AS mendukung sikap dovish The Fed,” ungkap Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade.
Fokus investor kini tertuju pada rilis indeks harga inti Personal Consumption Expenditure (PCE), indikator inflasi favorit The Fed yang dijadwalkan Jumat. “Kombinasi kebijakan dovish The Fed dan aksi beli dari bank sentral global menjaga momentum emas,” tambah Waterer.
Setidaknya 12 pejabat The Fed dijadwalkan berpidato pekan ini, termasuk Ketua Jerome Powell pada Selasa (23/9/2025). Pasar menanti sinyal lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.
Pekan lalu, The Fed menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin, meski mengingatkan risiko inflasi masih ada. Gubernur baru The Fed, Stephen Miran, sempat menyuarakan pemangkasan yang lebih agresif 50 bps dan berencana menjelaskan pandangannya dalam pidato Senin ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan dua kali pemangkasan tambahan tahun ini, masing-masing 25 bps pada Oktober (probabilitas 93%) dan Desember (81%).
Sepanjang 2025, harga emas sudah melonjak lebih dari 40%. Lonjakan ini ditopang ketidakpastian geopolitik, aksi beli bank sentral, serta arah kebijakan moneter yang lebih longgar.
sumber : investor.id
Bagikan Berita Ini