• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Dunia Kembali Menguat, Dolar Melemah Jelang Rapat FOMC

Harga emas dunia kembali menorehkan rekor tertinggi pada Selasa (16/9/2025), didorong pelemahan dolar AS serta keyakinan kuat pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan pekan ini.

Pada pukul 13.40 WIB, harga emas tercatat naik tipis 0,26% ke US$ 3.687,53 per ons, setelah sempat menembus rekor baru di US$ 3.689,38 pada awal perdagangan. Rekor sebelumnya berada di level US$ 3.685,44 yang tercetak sehari sebelumnya.

“Sentimen pasar masih sangat bullish. Investor terus masuk ke emas menjelang keputusan FOMC, dengan prospek yang solid dalam jangka pendek hingga menengah,” ujar analis Capital.com, Kyle Rodda, dikutip Reuters.

Namun, Rodda mengingatkan bahwa apabila The Fed tidak memenuhi ekspektasi pasar yang dovish, harga emas berpotensi terkoreksi. “Sebaliknya, bila The Fed sejalan dengan proyeksi, emas bisa dengan mudah menembus level psikologis US$ 3.700,” tambahnya.

Tekanan terhadap The Fed juga datang dari politik. Presiden AS Donald Trump secara terbuka mendesak Ketua The Fed Jerome Powell untuk memangkas suku bunga secara lebih agresif.

Menurut CME FedWatch Tool, mayoritas pelaku pasar memperkirakan pemangkasan 25 basis poin (bps), dengan kemungkinan kecil adanya pemangkasan jumbo 50 bps.

Pemangkasan suku bunga biasanya menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset non-bunga ini, sekaligus melemahkan dolar AS sehingga membuat emas lebih terjangkau bagi investor luar negeri.

Saat ini, indeks dolar mendekati posisi terendah 2,5 bulan terhadap euro dan berada di dekat titik terlemah dalam 10 bulan terhadap dolar Australia.

Sementara itu, SPDR Gold Trust—ETF emas terbesar di dunia, melaporkan kepemilikan emas naik 0,21% menjadi 976,80 ton pada Senin, dari 974,80 ton pada akhir pekan lalu.

 

sumber : investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?