West Texas Intermediate (WTI), acuan minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di kisaran $61,68 per barel pada Jumat pukul 13.53 WIB. Harga WTI melemah akibat kekhawatiran terhadap potensi penurunan permintaan di AS serta risiko kelebihan pasokan global.
Laporan terbaru Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS justru meningkat tajam pada pekan yang berakhir 5 September, naik 3,939 juta barel dibandingkan kenaikan 2,415 juta barel pekan sebelumnya. Padahal, pasar memperkirakan penurunan sekitar 1,1 juta barel. Data tersebut menandakan melemahnya permintaan dan menekan harga minyak.
Sementara itu, International Energy Agency (IEA) dalam laporan bulanan memperingatkan bahwa pasokan global berpotensi tumbuh lebih cepat dari perkiraan, seiring rencana peningkatan produksi oleh OPEC dan sekutunya (OPEC+).
“Laporan IEA memperlihatkan potensi kelebihan pasokan yang besar di tahun depan, sehingga menekan harga minyak,” ujar Carsten Fritsch, analis Commerzbank.
Meski demikian, gejolak geopolitik di Eropa dan Timur Tengah berpotensi menjadi penahan penurunan lebih lanjut. Pada Selasa lalu, Israel melancarkan serangan ke Doha, Qatar, dengan sasaran pimpinan senior Hamas. Qatar menilai langkah Israel melanggar hukum internasional serta berisiko memperluas konflik di kawasan yang menyumbang sekitar sepertiga pasokan minyak global.
sumber : fxstreet
Bagikan Berita Ini