Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan di sekitar $65,10 per barel pada awal sesi Eropa, Rabu (3/9/2025). WTI kehilangan pijakan di tengah penguatan dolar AS (USD), dan penggandaan tarif 25% yang ada pada ekspor India oleh Presiden AS Donald Trump meningkatkan kekhawatiran akan melambatnya perdagangan dan permintaan global yang lebih lemah. Para trader minyak menunggu laporan stok minyak mentah mingguan dari American Petroleum Institute (API), yang akan dirilis nanti pada hari Rabu.
Secara teknikal, tren bearish WTI masih dominan karena harga belum mampu menembus Exponential Moving Average (EMA) 100-hari di $65,55. Meski demikian, indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang berada di sekitar garis tengah menunjukkan adanya ruang untuk konsolidasi atau pemulihan jangka pendek.
Di sisi bawah, support awal berada di $63,40 yang merupakan level terendah 1 September. Jika level ini ditembus, WTI berpotensi melemah ke $62,80 bahkan $61,50, batas bawah Bollinger Band. Sebaliknya, bila mampu menembus EMA 100-hari, peluang rebound menuju $67,64 dan $69,86 masih terbuka.
sumber: fxstreet-id.com
Bagikan Berita Ini