Emas melanjutkan reli impresifnya pada Selasa (2/9/2025) di sesi perdagangan Asia, menandai kenaikan enam hari berturut-turut sekaligus menembus level psikologis $3.500 per ons, yang juga menjadi rekor tertinggi sepanjang masa. Lonjakan ini terutama dipicu oleh semakin kuatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga pada bulan ini, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Selain faktor suku bunga, ketidakpastian terkait tarif perdagangan Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ketegangan geopolitik global turut menopang permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Kombinasi sentimen tersebut cukup untuk mengimbangi penguatan tipis Dolar AS (USD) yang biasanya menekan harga komoditas.
Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa kondisi emas sudah berada di area jenuh beli pada grafik jangka pendek. Hal ini menimbulkan potensi konsolidasi harga sebelum melanjutkan reli lebih jauh. Di sisi lain, sebagian investor diperkirakan memilih untuk menahan diri menjelang rilis data ekonomi penting dari AS, termasuk laporan ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan menjadi acuan arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
sumber: fxstreet-id.com
Bagikan Berita Ini