• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Menguat Tipis, Pasar Fokus pada Rilis Data Inflasi PCE AS

Harga emas dunia bergerak naik tipis pada Rabu (27/8/2025) seiring pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, pasar juga tengah diliputi kekhawatiran mengenai independensi bank sentral AS setelah Presiden Donald Trump berupaya memberhentikan salah satu gubernur The Fed.

Pada penutupan perdagangan, harga emas spot naik 0,09% menjadi US$ 3.397,00 per ons.

Fokus utama investor kini tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi favorit The Fed yang akan dirilis Jumat (29/8/2025). Survei ekonom Reuters memperkirakan indeks harga PCE naik 2,6% pada Juli, sama dengan kenaikan bulan sebelumnya.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai jika data inflasi keluar lebih tinggi dari perkiraan, peluang pemangkasan suku bunga pada September bisa berkurang. “Namun, inflasi harus benar-benar kuat untuk menghentikan langkah tersebut,” jelasnya.

Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas biasanya mendapat dukungan ketika suku bunga rendah, karena dianggap sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Saat ini, pasar menilai peluang lebih dari 87% bagi The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan depan, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Di sisi lain, tensi politik kian meningkat setelah Trump menyatakan akan memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook. Pihak Cook menegaskan akan melawan melalui jalur hukum, membuka potensi konflik berkepanjangan.

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua minggu pada Selasa (26/8/2025) usai kabar pemecatan tersebut mencuat. Managing Partner CPM Group, Jeffrey Christian, menilai ancaman Trump terhadap independensi The Fed bisa berdampak negatif bagi ekonomi, suku bunga, dan dolar AS.

“Pasar emas saat ini bergerak di kisaran yang relatif sempit, karena investor masih mencoba memahami implikasi politik dan ekonomi dari situasi ini,” ujarnya.

 

sumber : investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?