• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak WTI Stabil Dekat $63,50, Optimisme Perdamaian Rusia-Ukraina Memudar

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bertahan stabil setelah mencatat kenaikan dua hari beruntun, diperdagangkan di kisaran $63,50 per barel selama sesi Asia pada Jumat pukul 14.00 WIB (22/8). Pergerakan harga relatif datar, dengan redupnya harapan akan tercapainya kesepakatan damai Rusia-Ukraina menjadi faktor utama yang menjaga premi risiko tetap tinggi di pasar energi.

Analis ING, seperti dikutip Reuters, menilai peluang pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy semakin kecil. "Diskusi mengenai jaminan keamanan menghadapi hambatan, dan semakin sulit untuk mengatur pertemuan Putin-Zelenskiy. Semakin tidak mungkin gencatan senjata terlihat, semakin besar kemungkinan risiko sanksi AS yang lebih ketat terhadap Rusia," tulis ING dalam catatannya.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah laporan serangan udara Rusia dekat perbatasan Uni Eropa, serta balasan Ukraina yang menargetkan kilang minyak Rusia. Sementara itu, Moskow dikabarkan tetap menuntut konsesi besar, namun Zelenskiy menegaskan tidak akan menyerahkan wilayah Ukraina.

Dari sisi perdagangan global, harga minyak juga dipengaruhi langkah Amerika Serikat yang meningkatkan tekanan terhadap India terkait impor minyak Rusia. Washington berencana menerapkan tarif 25% pada berbagai produk India mulai 27 Agustus, di mana minyak menyumbang sekitar 35% dari total impor India.

Di sisi lain, prospek permintaan energi menghadapi tantangan baru setelah berkurangnya peluang pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September. Kenaikan biaya pinjaman dikhawatirkan memperlambat aktivitas ekonomi di AS, konsumen minyak terbesar dunia.

Alat CME FedWatch menunjukkan probabilitas pemotongan suku bunga bulan September kini turun menjadi 75%, dibandingkan 82% pada Rabu. Penurunan ekspektasi tersebut dipicu oleh rilis data ekonomi AS yang solid, termasuk Purchasing Managers Index (PMI) yang lebih kuat dari perkiraan, serta kenaikan klaim tunjangan pengangguran awal.

 

sumber: fxstreet-id.com

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?