• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak Tertekan, Investor Pantau Langkah Diplomasi AS–Ukraina

Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan di sekitar US$ 62,09 per barel pada Selasa (19/8/2025) pukul 14.20 WIB. Pelemahan harga terjadi setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak memberikan kepastian baru pasca-dialog AS–Rusia di Alaska yang berakhir tanpa hasil pada pekan lalu. Para pelaku pasar kini menantikan laporan stok minyak mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan rilis Rabu waktu setempat.

Sehari sebelumnya, Trump dan Zelenskyy bertemu di Gedung Putih untuk membahas langkah diplomatik menuju akhir perang Rusia–Ukraina. Trump menyatakan bahwa AS berkomitmen membantu Eropa dalam memperkuat keamanan Ukraina sebagai bagian dari kerangka kesepakatan damai. Ia juga mengungkapkan harapannya agar pertemuan tersebut dapat membuka jalan bagi pembicaraan trilateral yang melibatkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, Trump menegaskan bahwa negosiasi perdamaian bisa saja dilakukan meskipun pertempuran masih berlangsung di lapangan, berbeda dari seruan gencatan senjata yang sebelumnya didorong oleh sejumlah pihak. Sementara itu, Ukraina memperluas serangan militernya terhadap infrastruktur energi Rusia. Reuters melaporkan bahwa serangan drone di wilayah Tambov Rusia menyebabkan gangguan pasokan energi, yang pada gilirannya memberi dukungan terhadap harga WTI meski penguatan masih terbatas.

Dari sisi kebijakan moneter, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan di Amerika Serikat. Data Indeks Harga Produsen (IHP) AS bulan Juli menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan, sehingga memicu penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan 16–17 September mendatang. Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 83% untuk penurunan suku bunga bulan depan, turun dari ekspektasi penuh 100% pada pekan lalu.

Penguatan inflasi produsen ini berpotensi memperkokoh Dolar AS, yang biasanya menekan harga komoditas berdenominasi dolar, termasuk minyak. Oleh sebab itu, perhatian investor tidak hanya tertuju pada laporan stok minyak API, tetapi juga pada simposium tahunan The Fed di Jackson Hole yang akan digelar Jumat ini, yang bisa memberikan sinyal lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter AS.

 

sumber : fxstreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?