• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Menguat, Investor Pantau Pertemuan Trump-Zelenskyy dan Simposium The Fed

Harga emas dunia berhasil menguat pada perdagangan Senin (18/8/2025), setelah sebelumnya sempat tergelincir ke level terendah dalam dua pekan terakhir. Penguatan ini terjadi seiring dengan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), yang membuat emas kembali diminati sebagai aset investasi.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,64% ke posisi US$ 3.356,59 per troy ons pada perdagangan hari ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turut menguat 0,4% menjadi US$ 3.396,90 per troy ons.

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menjelaskan bahwa harga emas memang sempat tertekan di awal sesi perdagangan. Namun, ketika harga menyentuh level US$ 3.330, banyak investor melihat area tersebut sebagai titik masuk yang menarik, sehingga terjadi pembalikan arah. Penurunan imbal hasil obligasi AS semakin memperkuat daya tarik emas, karena menurunnya imbal hasil membuat biaya peluang memegang aset tanpa bunga seperti emas menjadi lebih rendah.

Selain faktor obligasi, pasar saat ini juga tengah menaruh perhatian besar pada agenda geopolitik. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sejumlah pemimpin Eropa untuk membahas usulan perdamaian dengan Rusia. Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip sumber dekat pembahasan, proposal yang dibicarakan sebelumnya antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska melibatkan rencana kompromi wilayah. Rusia disebut akan melepas sebagian kecil wilayah yang saat ini dikuasainya, sementara Ukraina berpotensi menyerahkan wilayah timur yang gagal direbut Moskow.

Perkembangan geopolitik ini berpotensi memengaruhi arah harga emas dalam jangka pendek, mengingat logam mulia kerap dipandang sebagai aset safe haven ketika ketidakpastian politik meningkat.

Tak hanya itu, fokus investor juga tertuju pada simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, yang akan berlangsung pekan ini. Hasil pertemuan tersebut dipandang krusial karena bisa memberikan sinyal arah kebijakan moneter AS ke depan. Berdasarkan survei Reuters, mayoritas ekonom memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga pada September mendatang, yang berpotensi menjadi pemangkasan pertama di tahun ini. Bahkan, sebagian analis menilai masih ada peluang penurunan lanjutan hingga akhir tahun 2025.

Sebagai aset lindung nilai yang tidak menawarkan imbal hasil, emas biasanya mendapatkan dorongan positif dalam kondisi suku bunga rendah maupun ketika ketidakpastian global meningkat. Karena itu, kombinasi antara pelemahan imbal hasil obligasi, ketidakpastian geopolitik, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka menengah.

 

sumber: investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?