• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Lesu Menanti Kejelasan Inflasi AS

Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Senin (11/8/2025) seiring meredanya ketegangan geopolitik yang menekan minat terhadap aset safe haven. Pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi acuan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas turun 0,7% ke US$ 3.376,67 per ons pada pukul penulisan, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juli pada perdagangan Jumat lalu.

Analis senior City Index, Matt Simpson, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh meredanya tensi terkait konflik Ukraina. “Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berencana bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada 15 Agustus untuk membahas penghentian perang membuat harga emas tertekan,” ujarnya.

Fokus pasar pekan ini tertuju pada data inflasi konsumen (CPI) AS untuk Juli yang akan dirilis Selasa. Analis memprediksi kenaikan tarif impor akan mendorong inflasi inti naik 0,3% menjadi 3,0% secara tahunan, menjauh dari target 2% The Fed.

“Jika inflasi keluar lebih tinggi, dolar AS berpotensi menguat dan menahan kenaikan harga emas. Namun, saya menilai emas tetap memiliki penopang karena investor memanfaatkan harga yang lebih murah,” tambah Simpson.

Sementara itu, data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan pekan lalu semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Pasar kini menilai peluang penurunan suku bunga bulan depan mencapai 90%, dengan kemungkinan setidaknya satu kali pemangkasan tambahan sebelum akhir tahun.

 

sumber: investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?