West Texas Intermediate (WTI), kontrak berjangka yang diperdagangkan di NYMEX, bergerak dalam rentang sempit di sekitar $65,30 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu. Pergerakan harga minyak terlihat stabil karena pelaku pasar menanti rilis data persediaan minyak mentah mingguan dari Energy Information Administration (EIA) AS.
Berdasarkan proyeksi pasar, persediaan minyak diperkirakan mengalami penurunan sekitar 1,4 juta barel. Penurunan stok minyak biasanya mencerminkan peningkatan konsumsi, yang umumnya memberikan dorongan positif terhadap harga minyak.
Di sisi lain, harga minyak tidak menunjukkan reaksi signifikan terhadap kabar bahwa Amerika Serikat dan Jepang telah mencapai kesepakatan dagang. Pada hari Selasa, Presiden Donald Trump mengumumkan melalui platform Truth.Social bahwa Washington telah menyepakati perjanjian perdagangan dengan Tokyo, namun berita ini belum mampu mengangkat harga minyak lebih tinggi.
Trump menyampaikan bahwa Jepang akan membuka akses pasar untuk berbagai sektor perdagangan, termasuk mobil, truk, beras, serta sejumlah produk pertanian lainnya. Sebagai bagian dari kesepakatan, Jepang juga akan memberlakukan tarif timbal balik sebesar 15% terhadap Amerika Serikat.
Sementara itu, ketegangan dagang antara AS dan Uni Eropa (UE) terus memberikan tekanan pada harga minyak. Kekhawatiran meningkat karena Uni Eropa bersiap untuk menerapkan langkah-langkah balasan yang lebih keras terhadap kebijakan tarif Trump, yang direncanakan mulai berlaku pada 1 Agustus jika negosiasi antara kedua pihak tidak mencapai titik temu.
Apabila kesepakatan antara AS dan UE gagal tercapai, permintaan minyak global berisiko menurun, mengingat besarnya volume perdagangan antara dua kekuatan ekonomi tersebut.
sumber: fxstreet
Bagikan Berita Ini