• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Minyak Dunia Anjlok Setelah Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel

Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Selasa (24/6), menyentuh titik terendah dalam lebih dari satu minggu terakhir. Penurunan ini dipicu oleh perkembangan geopolitik terbaru, yakni pengumuman dari mantan Presiden AS, Donald Trump, bahwa Iran dan Israel telah menyepakati gencatan senjata total. Kabar ini langsung menurunkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data CNBC pada pukul 10.00 WIB, harga minyak Brent untuk pengiriman Agustus 2025 anjlok 2,48% menjadi US$69,71 per barel. Sementara minyak mentah acuan AS, WTI, turun 2,63% ke level US$66,71 per barel. Penurunan ini melanjutkan tren aksi jual besar-besaran yang terjadi sebelumnya, ketika harga kedua kontrak minyak sempat jatuh lebih dari 7%.

Trump dalam pernyataannya menyebut bahwa proses perdamaian akan dilakukan bertahap: Iran memulai lebih dulu, kemudian disusul Israel 12 jam setelahnya. Jika tidak terjadi pelanggaran, maka konflik yang telah berlangsung selama 12 hari tersebut akan benar-benar berakhir dalam waktu 24 jam.

Kabar ini langsung mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung dan melepas posisi mereka, mengingat Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga dalam organisasi OPEC. Redanya ketegangan ini membuka kembali potensi ekspor Iran tanpa hambatan.

Analis dari IG Group, Tony Sycamore, menyatakan bahwa "risk premium" yang sempat mendorong harga minyak naik pekan lalu kini telah benar-benar hilang. Sebelumnya, harga sempat melonjak ke level tertinggi lima bulan akibat serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran, yang memicu kekhawatiran perluasan konflik di kawasan tersebut.

Secara teknikal, Sycamore menambahkan bahwa harga minyak mengalami kesulitan menembus level resistensi penting di kisaran US$78,40 hingga US$80,77 yang menjadi titik tertinggi tahun ini. Menurutnya, diperlukan kejutan besar yang benar-benar mengganggu pasokan global untuk mendorong harga melampaui level tersebut.

Sejak awal Juni, harga Brent sudah turun lebih dari 6%, dan WTI telah terkoreksi hampir 7%. Penurunan signifikan dalam dua hari terakhir bahkan menghapus seluruh kenaikan harga yang sempat terjadi akibat eskalasi konflik pekan lalu. Kini, fokus pasar kembali tertuju pada faktor-faktor fundamental seperti proyeksi permintaan musim panas, kebijakan OPEC+, dan potensi peningkatan suplai dari negara-negara produsen utama, termasuk Iran.

CNBC

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?