Harga emas diprediksi akan melonjak tajam setelah Amerika Serikat (AS) secara resmi terlibat dalam konflik militer melawan Iran, berpihak pada Israel.
Pada perdagangan Senin (23/6) pukul 06.25 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,16% mencapai US$3.373,19 per troy ons. Angka ini lebih tinggi dari penutupan sebelumnya pada Jumat (20/6) yang mencatat penurunan 0,07% di level US$3.367,98 per troy ons. Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir, harga emas secara keseluruhan melemah 1,9%.
Pelemahan harga emas pada Jumat dan sepekan lalu disebabkan oleh keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda keterlibatan langsung dalam konflik Israel-Iran. Namun, situasi berubah pada hari Minggu (22/6) ketika AS melancarkan serangan rudal ke tiga fasilitas nuklir Iran, yaitu Fordow, Natanz, dan Esfahan. Trump mengklaim serangan ini sebagai keberhasilan militer yang spektakuler, dengan kerusakan signifikan terutama di fasilitas Fordow. Meskipun Iran membantah bahwa pusat nuklirnya hancur, Trump kemudian menyerukan Iran untuk merundingkan perdamaian.
Melalui media sosial, Trump menyatakan, "Kami telah menyelesaikan serangan kami yang sangat sukses terhadap tiga lokasi Nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat dalam perjalanan pulang dengan selamat. Selamat kepada Prajurit Amerika kita yang hebat. Tidak ada militer lain di Dunia yang dapat melakukan ini. SEKARANG WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN!"
Sebelumnya, pada Sabtu, beberapa pembom siluman B-2 Angkatan Udara AS yang mampu membawa bom GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP) seberat 30.000 pon, dikenal sebagai "penghancur bunker," telah diberangkatkan dari Missouri menuju barat melintasi Samudra Pasifik.
Tindakan AS pada hari Sabtu ini secara langsung menyeret Washington ke dalam konflik bersenjata dengan Iran, menandai eskalasi besar di Timur Tengah. Eskalasi ini terjadi saat Israel masih berupaya melumpuhkan program nuklir Teheran dan menggulingkan rezimnya. Keputusan ini juga bertentangan dengan janji Trump untuk menghindari keterlibatan militer AS dalam peperangan aktif di Timur Tengah selama masa jabatan keduanya. Ini juga merupakan perubahan drastis dari pernyataan Trump kurang dari 48 jam sebelumnya yang menyebutkan AS membutuhkan waktu "dua minggu" untuk melihat apakah konflik Israel-Iran dapat diselesaikan secara diplomatis atau militer.
Proyeksi Harga Emas Memanas
Emas memasuki pekan ini dengan kombinasi momentum teknikal dan geopolitik yang kuat. Dengan fokus utama para investor pada perkembangan di Timur Tengah, lonjakan harga (gap-up) menuju US$ 3.450 pada Senin sangat mungkin terjadi. Jika ketegangan berlanjut, level psikologis US$ 3.500 diperkirakan dapat tercapai pada akhir pekan.
Emas kembali menjadi aset safe haven menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, yang memicu lonjakan volatilitas pasar. Presiden Donald Trump menyebut serangan itu sebagai "keberhasilan militer yang spektakuler", sementara Iran bersumpah akan membalas, memperburuk ketegangan geopolitik.
Emas diperkirakan akan mengalami gap-up menuju US$ 3.450, dengan target lanjutan di US$ 3.500 jika momentum bullish terus berlanjut. Pergerakan pasar minggu ini kemungkinan besar akan lebih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dibandingkan indikator teknikal.
Setelah serangan mendadak AS ke tiga situs nuklir utama Iran akhir pekan lalu, suasana global menjadi sangat risk-averse. Di tengah kekhawatiran eskalasi konflik, trader dan investor kembali melirik emas sebagai lindung nilai di tengah kekacauan geopolitik.
Meskipun Trump menyebut serangan itu sebagai "keberhasilan militer spektakuler", para pemimpin dunia mengeluarkan reaksi keras. Iran menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran berat" terhadap hukum internasional dan berjanji akan membalas. PBB menyerukan de-eskalasi, namun pasar sudah menunjukkan lonjakan permintaan terhadap aset-aset safe haven.
Menjelang pembukaan perdagangan hari Senin, emas (XAU/USD) berpotensi mengalami gap-up, dengan target jangka pendek ke US$ 3.450, bahkan bisa menuju US$ 3.500 jika momentum bullish berlanjut sepanjang pekan. Pergerakan seperti ini umum terjadi pada periode guncangan geopolitik, terutama saat risiko perang dan ketegangan nuklir meningkat. Untuk saat ini, emas tampaknya siap diuntungkan dari aksi lindung nilai kepanikan dan arus masuk safe haven.
Sebagai catatan, harga penutupan rekor emas sejauh ini adalah US$ 3.432,19 per troy ons. Namun, jika dihitung perdagangan intraday, harga emas pada perdagangan kemarin lebih rendah. Rekor harga intraday pada perdagangan Jumat adalah US$ 3.446,2 per troy ons. Catatan ini hanya kalah dari rekor intraday tertinggi dalam sejarah di US$ 3.500,05 yang tercipta pada 22 April 2025.
Bagikan Berita Ini