• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Trump Kena Putusan, Pasar Langsung Cari Aman ke Emas

Ketidakpastian politik dan ekonomi yang kembali mencuat di Amerika Serikat (AS) kembali menjadi faktor pendukung menguatnya harga emas.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas pada Kamis (29/5) ditutup di level US$ 3.315,89 per troy ons, naik sebesar 0,81%. Kenaikan ini berhasil menghapus tren negatif yang terjadi selama tiga hari sebelumnya, di mana harga emas merosot hingga 2,06%. Dengan kenaikan ini, emas kembali menembus level psikologis US$ 3.300.

Namun, pada hari ini, Jumat (30/5), harga emas sedikit terkoreksi. Pukul 06.10 WIB, harga emas tercatat turun tipis sebesar 0,05% menjadi US$ 3.314,19 per troy ons.

Kenaikan harga emas sebelumnya juga dipicu oleh sentimen negatif dari memburuknya data tenaga kerja AS dan dinamika politik yang melibatkan mantan Presiden Donald Trump. Jumlah klaim awal tunjangan pengangguran di AS naik 14.000 menjadi 240.000 untuk pekan yang berakhir 24 Mei—angka tertinggi dalam satu bulan dan di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan 230.000. Klaim lanjutan pun ikut naik 26.000 menjadi 1.919.000, melebihi prediksi penurunan ke angka 1.890.000 dan merupakan yang tertinggi sejak November 2021.

Analis pasar menilai, peningkatan jumlah klaim pengangguran ini menjadi sinyal pelemahan di pasar tenaga kerja, yang bisa mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk lebih cepat menurunkan suku bunga. Hal ini mendorong investor kembali melirik emas sebagai aset aman (safe haven).

Selain itu, para pelaku pasar juga menanti rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) dari AS pada Jumat ini sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Di sisi politik, penguatan emas juga disokong oleh dinamika hukum terkait kebijakan tarif era Trump. Pengadilan sempat memutuskan bahwa Trump telah melampaui wewenangnya saat memberlakukan tarif "resiprokal" terhadap mitra dagang AS. Tarif-tarif tersebut sempat dibatalkan, namun pemerintahan Trump langsung mengajukan banding dan berhasil memulihkan kembali tarif tersebut pada Kamis sore.

Pemerintah AS juga menyatakan akan mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung untuk menghentikan putusan pengadilan federal. Situasi ini menciptakan ketidakpastian tambahan di pasar global.

Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi aset pelarian yang diminati investor karena dianggap lebih aman.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?