• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Pelemahan Dolar dan Konflik Rusia-Ukraina Dongkrak Harga Emas

Harga emas dunia kembali bersinar dengan mencatat lonjakan signifikan, dipicu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan Selasa (20/5), harga emas melonjak 1,86% ke level US$3.289,01 per troy ons, menandai kenaikan dua hari berturut-turut dan menjadi harga penutupan tertinggi dalam sepekan terakhir.

Sementara pada perdagangan Rabu pagi (21/5) pukul 06.22 WIB, harga emas spot masih menguat tipis sebesar 0,08% ke posisi US$3.291,58 per troy ons.

Kenaikan harga emas lebih dari 1% pada Selasa didorong oleh melemahnya dolar AS dan penurunan pasar saham di tengah ketidakpastian terkait kebijakan tarif AS serta potensi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Kondisi ini membuat investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

Indeks dolar AS pada Selasa tercatat melemah 0,31% ke posisi 100,12. Ini merupakan penurunan dua hari berturut-turut, yang dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi AS dan sikap hati-hati The Fed.

Pelemahan dolar semakin dalam setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan peringkat utang pemerintah AS dari “AAA” menjadi “AA1” pada Jumat lalu, seiring kekhawatiran terhadap meningkatnya beban utang negara tersebut.

Dolar yang lebih lemah membuat harga emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

"Masih terdapat ketidakpastian di pasar. Penurunan peringkat dari Moody’s dan pelemahan dolar telah mendorong penguatan logam mulia," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, kepada Reuters.

Pasar saham AS juga ikut melemah karena perhatian investor tertuju pada pemungutan suara penting di Washington terkait rencana pemotongan pajak besar-besaran dari Presiden Donald Trump.

Emas batangan secara tradisional dianggap sebagai aset aman dalam kondisi ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi.

Menurut Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, emas akan menghadapi level resistensi utama di US$3.350 per troy ons, dengan resistensi minor di sekitar US$3.300. Ia menambahkan bahwa harga emas saat ini diperdagangkan dalam kisaran baru antara US$3.150 hingga US$3.350 per troy ons.

Sementara itu, Uni Eropa dan Inggris telah mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia pada Selasa, tanpa menunggu langkah serupa dari AS. Hal ini terjadi sehari setelah Presiden Donald Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin namun belum mendapatkan komitmen gencatan senjata di Ukraina.

CNBC


 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?