• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Perburuan Harga Murah Dorong Kenaikan Emas

Harga emas dunia mengalami rebound dan berusaha kembali ke zona positif setelah investor mulai berburu harga murah saat terjadi penurunan. Pada perdagangan Senin (28/4), harga emas di pasar spot meningkat sebesar 0,70% menjadi US$3.341,37 per troy ons. Kenaikan ini menjadi berita baik setelah harga emas turun 0,9% pada perdagangan Jumat sebelumnya.

Namun, pada perdagangan hari ini, Selasa (29/4), hingga pukul 06.08 WIB, harga emas di pasar spot mengalami penurunan sebesar 0,07% menjadi US$3.339,19 per troy ons. Emas mulai berbalik arah dan naik pada perdagangan Senin ketika perburuan harga murah dimulai, sementara perhatian pasar tertuju pada perkembangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China serta menunggu serangkaian data ekonomi.

Daniel Ghali, ahli strategi komoditas dari TD Securities, menyatakan bahwa mereka mulai melihat tanda-tanda kelelahan dalam penjualan. Ia menambahkan bahwa risiko penurunan harga emas kini sangat terbatas. Menurutnya, investor Barat, terutama pedagang diskresioner atau dana makro, telah berada dalam posisi yang kurang menguntungkan di akhir reli emas ini, sehingga aktivitas penjualan terbatas dan harga emas pun naik.

Emas batangan, yang merupakan lindung nilai tradisional terhadap ketidakstabilan politik dan keuangan, mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$3.500,05 per troy ons minggu lalu akibat meningkatnya ketidakpastian. Presiden AS, Donald Trump, mengklaim ada kemajuan dalam pembicaraan dengan China, namun Beijing membantah bahwa pembicaraan tersebut sedang berlangsung.

Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, menyatakan bahwa sampai ada pola yang jelas dari titik tertinggi yang lebih rendah dan perjanjian perdagangan yang kuat, prospek untuk harga emas yang lebih tinggi tidak dapat diabaikan. Banyak ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan risiko tinggi bahwa ekonomi global akan mengalami resesi tahun ini. Data yang akan dirilis pekan ini mencakup laporan lowongan kerja AS pada Selasa, Pengeluaran Konsumsi Pribadi pada Rabu, dan laporan penggajian nonpertanian pada Jumat, yang akan diperhatikan oleh pelaku pasar untuk mengukur dampak tarif terbaru pada ekonomi AS.

 

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?