• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

China Siap Umumkan Langkah Ekonomi, Bagaimana Dampaknya pada Minyak?

Harga minyak dunia mengalami sedikit kenaikan pada perdagangan hari Senin (28/4) waktu Indonesia, di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan perang dagang global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data dari CNBC, harga minyak Brent untuk kontrak Juni 2025 dibuka pada level US$67,04 per barel, sempat mencapai puncak harian di US$67,57 sebelum akhirnya ditutup kembali di US$67,04 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan, ditutup pada harga US$63,18 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah Brent mengalami penurunan mingguan sebesar 1,6% pada pekan lalu, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai prospek permintaan global akibat eskalasi perang dagang yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Saat ini, fokus investor tertuju pada rencana China, sebagai importir minyak mentah terbesar di dunia, untuk mengumumkan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Pemerintah Beijing dijadwalkan mengadakan konferensi pers hari ini untuk memaparkan strategi dalam mendukung lapangan kerja dan menjaga pertumbuhan di tengah tekanan eksternal.

Ketidakpastian mengenai arah perang dagang juga menahan laju harga minyak. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa pembicaraan perdagangan dengan beberapa negara Asia berjalan cukup positif. Namun, pasar tetap waspada terhadap kemungkinan perlambatan permintaan energi. Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada OPEC+ yang akan mengadakan pertemuan pada 5 Mei 2025 untuk mengevaluasi kebijakan produksi mereka. Kabar bahwa beberapa anggota OPEC+ mulai meningkatkan produksi setelah sebelumnya melakukan pemangkasan turut membebani sentimen pasar.

Kondisi ini meningkatkan risiko kelebihan pasokan di tengah permintaan global yang lemah, memperbesar potensi kerugian bulanan harga minyak yang diprediksi menjadi yang terbesar sejak 2022. Sentimen geopolitik tetap menjadi faktor penting. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menunjukkan kemajuan dalam negosiasi kesepakatan nuklir, meskipun ketegangan masih ada. Akhir pekan lalu, terjadi ledakan di pelabuhan Shahid Rajaee, Iran, yang merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia, menewaskan puluhan orang dan menambah ketidakpastian pasokan dari kawasan tersebut.

CNBC

 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?